12 Peninggalan Zaman Praaksara Beserta Fungsinya

Posbaru – Terdapat banyak peninggalan zaman praaksara atau zaman pra sejarah yang diperkirakan terjadi 3 juta – 10 ribu tahun lalu. Walaupun pada zaman ini manusia belum mengenal tulisan, namun mereka dapat membuat peralatan yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelum lanjut membahasnya, kalian juga harus tahu bahwa peninggalan zaman praaksara yang dibuat manusia terjadi pada 3 zaman yakni paleolitikum, neolitikum, dan megalitikum.

Ketiga zaman tadi terangkum dalam “Zaman Praaksara” dan masing-masing mempunyai peninggalan yang berbeda, diantaranya adalah:

Peninggalan Zaman Paleolitikum

Disebut juga dengan Zaman Batu Tua, manusia periode ini menggunakan peralatan yang terbuat dari batu kasar.

Karena mereka masih hidup sangat sederhana, untuk memenuhi kebutuhannya mereka berburu dan mengumpulkan bahan makanan dari alam yang langsung dimakan pada saat itu juga (food gathering).

Setelah bahan makanan di area itu habis mereka akan berpindah ke area yang lebih subur, sehingga manusia zaman ini hidupnya nomaden (hidup berpindah-pindah).

1. Kapak Genggam

12 Peninggalan Zaman Praaksara Beserta Fungsinya
Kapak Genggam

Alat pada zaman ini terbuat dari batu atau lempung tak bertangkai. Pada tahun 1935 Ralph von Koenigswald menemukan alat ini di Punung Kabupaten Pacitan, Indonesia.

Alat ini digunakan manusia purba sebagai penetak atau pembelah kayu, menggali umbi, dan memotong daging.

Selain itu, alat yang digunakan manusia Pithecanthropus ini ditemukan juga di Sukabumi (Jawa Barat), Parigi (Jawa Tengah), dan Lahat (Sumatra Selatan).

2. Kapak Sumatra

12 Peninggalan Zaman Praaksara Beserta Fungsinya
Kapak Sumatera

Disebut juga dengan nama Kapak Sumatralith atau Pebble, sesuai dengan namanya alat ini banyak ditemukan di wilayah sumatra. Terutama sepanjang Pantai Timur Pulau Sumatra.

Alat ini terbuat dari batu kali yang di belah sehingga sisi luarnya halus tanpa perlu di apa-apakan lagi.

3. Kapak Pendek

12 Peninggalan Zaman Praaksara Beserta Fungsinya
Kapak Pendek

Sama seperti alat tadi, kapak pendek banyak ditemukan di sepanjang Pantai Timur Sumatra. Manusia purba menggunakan alat ini untuk memotong daging.

Kapak pendek mempunyai bentuk setengah lingkaran yang dibuat dengan cara memecahkan batu tanpa di haluskan atau diasah.

4. Pipisan

12 Peninggalan Zaman Praaksara Beserta Fungsinya
Pipisan

Merupakan batu penggiling dan landasannya, alat ini digunakan untuk menggiling makanan atau menghaluskan cat berbahan tanah merah.

Aktivitas tersebut diperkirakan para peneliti berkaitan dengan ritual kepercayaan manusia purba.

Pipisan ditemukan di sepanjang Timur Laut Sumatra.

Baca Juga: Urutan Zaman Praakasara dan Pengertiannya

Peninggalan Zaman Neolitikum

Dikenal juga dengan nama “Zaman Batu Muda”, merupakan periode prasejarah ketika manusia sudah mulai menggunakan peralatan batu yang di haluskan.

Pada zaman ini pun terjadi perubahan yang cukup besar, karena manusia sudah bisa membuat makanan sendiri (Food Producing). Walaupun masih dalam tingkatan yang sangat sederhana.

Mereka pun sudah membangun tempat tinggal permanen (rumah sederhana) serta membuat kerajinan lainnya. sehingga bisa manusia zaman ini hidupnya sudah tidak nomaden lagi.

1. Kapak Persegi

12 Peninggalan Zaman Praaksara Beserta Fungsinya
Kapak Persegi

Alat ini berbentuk memanjang atau trapesium yang terbuat dari batu api dan chalcedon, kapak ini digunakan untuk memotong kayu dan menggarap tanah.

Di Indonesia, alat ini banyak ditemukan di Pulau Jawa, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara, dan Sulawesi.

2. Kapak Bahu

Sejenis kapak persegi yang tangkainya diberi leher sehingga bentuknya menyerupai botol persegi. Di Indonesia alat ini tidak dikenal, kecuali daerah Minahasa, Sulawesi Utara.

Alat ini menyebar dari Jepang, Formosa, Filipina, lalu barat hingga sungai Gangga, dan batas selatannya adalah bagian tengah Malaysia Barat.

Sehingga wilayah Selatan tidak ditemukan adanya peninggalan kapak bahu.

3. Kapak Lonjong

12 Peninggalan Zaman Praaksara Beserta Fungsinya
Kapak Lonjong

Berbentuk lonjong dengan ujung pangkal melebar dan runcing yang terbuat dari batu kali berwarna kehitaman.

Alat ini banyak ditemukan di Papua siram gorong Tanimbar Leti Minahasa dan Serawak. Selain itu kapak lonjong mempunyai ukuran yang beragam.

Sama seperti kapak persegi, alat ini digunakan khususnya untuk menggarap tanah dan lain sebagainya.

4. Perhiasan

12 Peninggalan Zaman Praaksara Beserta Fungsinya
Perhiasan

Manusia praaksara ternyata sudah mulai mengenal perhiasan seperti gelang, kalung, hingga anting.

Kebanyakan perhiasan ini ditemukan di Jawa Barat dan Bali perhiasan manusia purba terbuat dari batu-batu indah seperti jaspis, chalcedon, dan agat.

Peninggalan Zaman Megalitikum

Dikenal juga dengan nama “Zaman Batu Besar”, manusia pada periode ini sudah membangun bangunan yang mempunyai fungsi jelas. Budayanya pun lebih mengarah ke kepercayaan roh leluhur.

1. Dolmen

12 Peninggalan Zaman Praaksara Beserta Fungsinya
Dolmen

Adalah sarana penyembahan leluhur pada zaman praaksara yang berbentuk seperti meja, dan tersusun dari beberapa batu.

Peninggalan ini banyak ditemukan di Besuki, Jawa Timur.

2. Menhir

12 Peninggalan Zaman Praaksara Beserta Fungsinya
Menhir

Berbentuk tiang atau tugu yang terbuat dari batu, peninggalan ini dibuat sebagai tanda peringatan leluhur sehingga menjadi benda pemujaan.

Peninggalan ini banyak ditemukan di pegunungan Palembang dan Bengkulu, Gunung Kidul, Rembang, Ngada (Flores), dan masih banyak lainnya.

3. Sarkofagus

Sarkofagus
Sarkofagus

Merupakan sebuah peti mati yang terbuat dari batu utuh dengan penutup di atasnya. Peninggalan ini ditemukan di Bali dan beberapa di Jawa Timur.

4. Punden Berundak

Punden Berundak
Punden Berundak

Salah satu peninggalan zaman praaksara yang cukup terkenal di Indonesia, peninggalan ini banyak ditemukan di Leles (Garut) dan Kuningan.

Punden Berundak digunakan manusia zaman praaksara sebagai tempat pemujaan nenek moyang. Peninggalan ini dibuat dari susunan batu bertingkat.

Itulah beberapa peninggalan zaman praaksara atau pra sejarah dari berbagai masa. Semoga bermanfaat!.