15 Titik Pengungsian Tampung 2000 Warga Lereng Merapi

Jakarta, Posbaru – Menghadapi potensi ancaman letusan Gunung Merapi, Pemerintah Kab. Magelang menetapkan status tanggap darurat yang berlaku dari 6 sampai 30 November 2020. selain itu, Kab.Boyolali dan Klaten juga menerapkan status yang sama dengan periode waktu yang berbeda.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pusdalops BNPB) per 23 November 2020 pukul 22.00 WIB, tercatat lebih dari 2.000 warga tersebar di 15 titik pengungsian, dan sebaran titik pos penampungan terbanyak berada di Kab, Magelang.

Yang mana Sebagian dari mereka adalah kelompok rentan, lanjut usia, balita, anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan disabilitas.

Selain itu, Pusdalops BNPB melaporkan bahwa pelayanan kesehatan rutin dilakukan pada warga yang berada di penampungan, pelayanan kesehatan tersebut dilakukan pihak Puskesmas yang bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Semarang.

Pihak BNPB juga terus memberikan pendampingan pada pemerintah daerah di 4 kabupaten yang berfokus pada pengorganisiran pos komando. selain itu, beberapa waktu lalu BNPB telah memberikan bantuan dana siap pakai sebesar Rp1 miliar untuk tiap kabupaten dan dukungan logistik seperti mesin antigen, masker, jerigen hand sanitizer, dan catridge antigen.

Anda Mungkin Suka