Aturan Calon Penumpang Pesawat Saat PSBB

Jakarta, Posbaru – Calon penumpang pesawat komersil pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan aturan sebagai upaya memutus rantai penularan COVID-19 oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) .

Menurut Anas Ma’ruf Kepala KKP Kelas 1 Bandara Soekarno-Hatta menyebutkan aturan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi untuk Mencegah Penyebaran COVID-19, Permenhub Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Trasnportasi SelamaMudik Idul Fitri 1441 H, dan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

Anas menerangkan bahwa penerbangan hanya dikhususkan bagi calon penumpang dengan keperluan dinas, pengusaha, dan Warga Negara Indonesia (WNI) yang pulang ke Indonesia. Yang tentunya penumpang harus memiliki syarat sebelum naik pesawat.

“Pembatasan penerbangan sudah dibatasi sesuai Permenhub 25 Tahun 2020. Yang boleh terbang hanya untuk logistik dan Warga Negara Indonesia (WNI) repatriasi. Kemudian ada SE Nomor 4 Gugus Tugas bahwa penerbangan (komersil) dibuka hanya untuk orang-orang tertentu seperti yang memiliki tugas (dinas),” ujar Anas, Jakarta, Kamis (21/5).

Ia juga mengatakan KKP memberlakukan tiga pemeriksaan bagi calon penumpang sebagai syarat sebelum naik pesawat.

Pertama calon penumpang akan diperiksa temperatur suhu dan saturasi, jika suhu tubuh 38 celcius atau lebih maka akan dibawa oleh petugas ke ruang isolasi.

Kemudian pemeriksaan kelengkapan dokumen kesehatan dan perjalanan, seperti surat keterangan sehat yang disertai hasil rapid tes.

“Beberapa kasus yang kami temukan adalah dokumen kesehatan tidak valid. Misal punya surat kesehatan, tapi tidak membawa surat (hasil) rapid tes,” ujarnya.

Selain itu anas juga menegaskan bahwa Rapid tes dianjurkan masksimal 7 hingga 10 hari sebelum perjalanan, apabila lebih dari itu perjalanan tidak akan diterima.

Selanjutnya penumpang juga harus memiliki surat dinas dari dinas atau perusahaan terkait, kartu pengenal seperti KTP, SIM, dan Paspor atau Kartu Keluarga.

Setelah melalui check point pertama, penumpang akan diterbitkan surat ijin kesehatan dan boleh melanjutkan pemeriksaan selanjutnya sesuai protokol bandara dan maskapai penerbangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *