Bantuan Rp2,4 Juta Untuk Pelaku Usaha Mikro

Jakarta, Posbaru – Bantuan produktif usaha mikro sebesar Rp2,4 juta akan diberikan pada 12 juta pelaku usaha mikro.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM), Teten Masduki, untuk tahap awal pihaknya telah mengalokasikan untuk 9,1 juta penerima dengan total anggaran Rp22 triliun.

Ia mengatakan bahwa latar belakang pemberian bantuan adalah karena COVID-19 yang memberikan dampak serius dari sisi pembiayaan, produksi, distribusi, dan market bagi UMKM.

Pemerintah menurutnya sudah mengaddress masalah pembiayaan bagi UMKM dalam Program PEN yang sudah bankable dengan program restrukturasi dari kredit, subsidi bunga, dan pajak.

Selain itu, Teten mengatakan bahwa pemerintah sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo, Bersama Menko Perekonomian, Kementerian Keuangan, OJK, Kemenkumham, Seskab, BPKP, serta Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi sudah menyiapkan landasan kebijakan pengalokasian angaran termasuk pendataan, penyaluran, dan pengawasan.

 “Sampai saat ini telah terkumpul data sekitar 17 juta pelaku usaha mikro yang bersumber dari koperasi, kepala-kepala dinas dari berbagai daerah, OJK terutama untuk Bank Wakaf Mikro dan LKM, HIMBARA, kementerian/lembaga, BUMN dalam hal ini PNM dan Pegadaian dan BLU,” katanya.

Menurutnya dari data tersebut nantinya akan dilakukan verifikasi dan validasi oleh kementrian Koperasi dan UKM bersama dengan Kementrian Keuangan dan OJK.

Pihaknya juga mengajak para pelaku usaha mikro yang belum mendapatkan pembiayaan modal kerja dan investasi untuk ikut mendaftarkan diri lewat dinas koperasi terdekat.

Lalu untuk teknisnya, penerima usaha mikro yang belum/tidak pernah menerima atau sedang menerima pinjaman dari perbankan, akan ditransfer dana sebesar Rp2,4 juta.