Belanja Bansos Naik 41% atau Rp99,4 Triliun

Jakarta, Posbaru – Untuk melindungi masyarakat dari dampak COVID-19 Realisasi Bantuan Sosial (Bansos) pada semester I tahun 2020 naik menjadi 41% (Rp99,4 triliun).

Hal itu disampaikan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indirawati yang mengatakan bahwa belanja bansos naik signifikan selama tiga tahun terakhir, dan selama COVID-19 ini mengalami kenaikan yang lebih tinggi, dalam hal ini Kementrian Sosial yang merupakan salah satu ujung tombak mengalami penambahan anggaran yang luar biasa.

Menurutnya, bansos sembako yang pada tahun 2019 lalu tidak ada, pada tahun ini ditambahkan Rp17 triliun. Lalu kartu sembako juga naik, pasalnya pada tahun 2019 hanya mendapat anggaran sebesar Rp8,7 triliun di tahun ini naik menjadi Rp20,6 triliun (130%).

Kenaikan bansos ini juga berasal dari pembayaran untuk Penerimaan Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan yang iurannya naik menjadi Rp42.000 dari Rp23.000. karena kenaikan itu maka belanja pembayaran PBI juga mengalami kenaikan dari Rp24 triliun menjadi Rp28,3 triliun, yang salah satunya adalah kegiatan belanja bansos.

Selain itu, program perlindungan sosial juga sudah menjangkau 60% masyarakat bawah berdasar pada APBN semester I. dengan penyaluran ini diharapkan ada kenaikan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) serta dapat menekan tingkat kemiskinan.

Kemudian untuk tahun 2021, pemerintah juga akan tetap memastikan keberlanjuran dan penyempurnaan program Pro-Poor (Pro-Orang Miskin) serta Pro-Employment (Pro-Penyerapan Tenaga Kerja).

Anda Mungkin Suka