Bodebek Terapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro

Kota Bandung, Posbaru – Bogor, Depok, Bekasi, sepakat melakukan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM), Hal tersebut disepakati oleh Gubernur Jawa Barat (Jabar), Bupati/ Wali Kota daerah tersebut saat rapat koodinasi kepala daerah pada 14 September 2020.

Rapat Koordinasi Tersebut dihadiri oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Wali kota Bogor Bima Arya, Wali Kota Depok Mohammad Idris, Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono, Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi. 

Kebijakan tersebut dilakukan khusunya di wilayah yang bebatasan langsung dengan DKI Jakarta, dan wilayah dengan Zona Merah (Risiko Tinggi) serta kegiatan hanya dibatasi 25%.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil (Kang Emil) mengatakan, pembatasan 25% aktivitas bukan berkala Kota namun hanya berlaku di daerah dengan Zona Merah yang levelnya mikro.

Untuk mengoptimalkan penaganggulangan pandemi Bodebek, Kang Emil tegaskan bahwa kekompakan kepala daerah adalah hal yang penting, Sebab Bodebek merupakan daerah yang berkaitan dengan DKI Jakarta yang sekarang tengan melakukan PSBB, untuk itu Bodebek harus saling membantu menguatkan penaganan COVID-19.

Ia juga menyarankan para kepala daerah mempunyai anggran intensif bagi Rukun Warga (RW) agar memiliki motivasi dalam memberikan edukasi pada warga ketika PSBM diterapkan. Ketua RW juga memiliki tugas menjadi tim pendeteksi serta mencari orang yang diduga harus melakukan tes PCR.

Selain itu, Kang Emil meminta Tes dengan Metode PCR ditingkatkan di Bodebek untuk mengejar satu persen dari jumlah total penduduk di Jabar sesuai dengan standar dari WHO.

Bagikan ?

Anda Mungkin Suka

Leave a Comment