Cukai Rokok Naik Mulai 1 Februari 2021

Jakarta, Posbaru – Pada Konferensi Pers Kebijakan Cukai Roko, hari Kamis 10 Desember 2020, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani sampaikan penyesuaian tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) akan berlaku efektif mulai 1 Februari 2021.

Kenaikan cukai rokok tersebut meliputi industri Sigaret Putih Mesin (SPM) golongan 1 naik 18,4%, SPM golongan 2A naik 16,5%, SPM golongan 2B naik 18,1% Sigaret Kretek Mesin (SKM) golongan 1 naik 16,9%, SKM golongan 2A naik 13,8%, dan SKM golongan 2B naik 15,4%. Sementara untuk Industri Kretek Tangan tarif cukai tidak akan berubah.

Kenaikan tersebut adalah hasil komitmen pemerintah untuk menyeimbangkan dan mengendalikan konsumsi dari produk hasil tembakau.

Pemerintah  berharap hasil dari format kebijakan tersebut dari sisi kesehatan, kenaikan dari CHT akan mengendalikan konsumsi rokok, menurunkan prevelensi merokok utamanya pada anak-anak dan perempuan.

Adanya kebijakan menaikkan tarif CHT, pemerintah menargetkan sumbangan penerimaan melalui cukai dalam APBN 2021 sebesar Rp173,78 triliun. Oleh karena itu, pemerintah akan menyesuaikan kebijakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) Tahun 2021.

Penyesuaian tersebut untuk meredam dan memberikan dukungan pada pihak yang terdampak akibat kenaikan CHT, dimana kebijakan DBH CHT dapat menyeimbangkan tiga aspek yakni kesejahteraan masyarakat, kesehatan, serta penegakan hukum.

“Kita memberikan porsi 50 persen dari DBH CHT untuk tujuan peningkatan kesejahteraan sosial para petani dan buruh, 25 persen dari DBH CHT tahun 2021 tetap untuk aspek kesehatan, sedangkan 25 persen sisanya untuk penegakan hukum,” ujar Menkeu.

“DBH CHT pada bidang kesehatan juga untuk mengurangi prevalensi stunting, upaya penanganan pandemi COVID-19, dan untuk pengadaan dan pemeliharaan prasarana kesehatan dan layanan kesehatan lainnya,” tambah Menkeu.