Desa Berstatus Mandiri di Jabar Konsisten Terus Meningkat

Kota Bandung, Posbaru – Peningkatan desa berstatus mandiri di Jawa Barat (Jabar) konsisten meningkat, hal ini jelas terlihat pasalnya pada tahun 2019 hanya ada 98 desa yang berstatus mandiri namun pada tahun 2020 ini menjadi 269 desa. Lalu untuk desa berstatus maju juga meningkat dari 1.232 menjdi 1.632 dalam tenggang waktu yang sama.

Bambang Tirtoyuliono, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPM-Desa) menyebutkan bahwa perbaikan aspek ekonomi, infrastruktur, dan sosial menjadi domain penting untuk 500 lebih desa se-Jabar mandiri.

Ia mengatakan pihaknya memperbaiki perekonomian desa agar potensi yang ada dapat dimanfaatkan dengan baik, selain itu dengan inovasi dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Kang Emil), pihaknya juga terus mendorong dengan memudahkan akses antar desa, wilayah. Kemudian pihaknya juga menyentuh aspek sosial.

Terdapat ratusan indikator yang menentukan status desa dalam Permendes PDTT Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Indeks Desa Membangun (IDM). Diantaranya dimensi pelayanan, kesehatan, akses pendidikan dasar,, hingga keterbukaan wilayah terhadap lingkungan ekonomi.

Kemudian peningkatan IDM juga hasil dari inovasi Jabar bernama Desa Juara yang memiliki tiga pilar, yaitu digitalisasi layanan desa, one village company (OVOC), serta Gerakan Membangun Desa (Gerbang Desa).

Yang kemudian turun sederet program seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Jembatan Gantung Desa (Jantung Desa), jalan mulus desa, sapa warga, dan lain sebagainya.

Semua program tersebut dirancang salah satunya untuk memangkas ketimpangan kemiskinan dan digitalisasi pedesaan dengan perkotaan.

Bahkan pada tahun 2019 lalu, Pemda Provinsi Jabar telah membangun setidaknya 22 Jantung Desa yang sudah tersebar di beberapa Kabupaten, untuk mempermudah akses sekolah dan memperbaiki konektivitas antar desa.

Lalu pada sektor perikanan 1000 lebih kolam dengan teknologi smart auto feeder yakni teknologi yang member pakan ikan lewat gawai yang dampaknya bisa dirasakan dengan naiknya hasil panen dari dua menjadi empat kali dalam setahun.

Selain itu, Bambang juga mengatakan pihaknyajuga terus mendorong desa agar bisa mandiri dan berinovasi dengan kondisi pandemi seperti sekarang.

Menurutnya, saat ini di Jabar tidak ada desa berstatus sangat tertinggal, namun sebaliknya jumlah desa berstatus tertinggal terus menurun.