DPC PDI P Kab.Bandung Gelar Aksi Tanam Pohon & Tebar Benih Ikan

DPC PDI P Kab.Bandung Gelar Aksi Tanam Pohon & Tebar Benih Ikan

Kab.Bandung, Posbaru – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung DR. H. Harjoko Sangganaga, MPD, mengatakan, “Keluarga Besar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung mepersembahkan semoga berkah sehat, sukses dan bahagia untuk DR (Hc). Hj. Megawati Sokeranoputri yang ke 74.  pesan Ibu untuk “tidak membelakangi rakyat” menjadi spirit yang akan kami sematkan dalam hati sanubari kami”.

Menurutnya sesuai dengan instruksi DPP ada beberapa kegiatan yang telah dilakukan yakni Kegiatan Upacara HUT PDI Perjuangan ke-48 yang diikuti oleh 36 orang pengurus DPC dan PAC serta kader non struktur PDI Perjuangan dan dilakukan secara daring melalui aplikasi zoom pada 10 Januari 2020.

Selain itu, pihaknya juga telah membagikan tumpeng sebanyak 48 ke masyarakat sekitar kantor DPR, dan di tempat terpisah para anggota fraksi melakukan penanaman di DAS Ciliwung bersama DPP PDI Perjuangan.

Kegiatan lainnya adalah lomba penulisan esai dengan tema “Trisakti Bung Karno yang dilakukan pada 10-28 Januari 2020 dengan juara 1 Pradikta Andi Alvat, juara 2 Abdulah Faqih, Juara 3 Rendi Wirman serta juara harapan 1 dan dua Wahyu Habibur, Eiben Heizer.

DPC PDI Perjuangan Kab.Bandung juga melakukan aksi penanaman pohon dan kegiatan tebar benih ikan di Leuweung Citere, Blok Cinyiruan, PTPN VIII Kertamanah, Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan dengan bibit pohon berjumlah 600 tangkal dan benih ikan seberat 30 kg pada 31 Januari 2020.

Harjoko menyebutkan bahwa kegiatan tersebut adalah dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab manusia kepada Ibu Bumi yang telah menghidupkan dan memberi hidup kepada semua manusia.

“Peserta yang berkegiatan hari ini terdiri dari  Pengurus DPC, Anggota Fraksi PDI Perjuangan Kab. Bandung, Para Ketua PAC, Ketua Ranting Desa Margamukti Kecamatan Pangalengan, Pecinta Alam Lingkungan Hidup (PAPB) Tapak Tiara, Muspika Kecamatan Pangalengan dan Tokoh Masyarakat”, Ujarnya.

Henhen Asep Suhendar, Sekretaris DPC PDI Perjuangan yang juga anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan Kab.Bandung mengatakan bahwa Pangalengan dipilih untuk kegiatan penanaman pohon, karena daerah tersebut adalah salah satu sumber mata air untuk sungai Citarum.

“Kita ketahui bersama bagaimana kondisi sungai tersebut hari ini, problem banjir sebagai akibat dari luapan sungai Citarum sampai hari ini belum sepenuhnya teratasi dan hasil telisik kita salah satunya adalah terbatasnya kegiatan menanam pohon di hulu sungai”, ucapnya.

“Pangalengan sebagai “Ibu sungai Citarum” telah memanggil kita, bersimpuh di kakinya  untuk memohon maaf karena banyaknya kelakuan tidak sopan pada Ibu bumi Citarum, bentuk balas maaf itu, kita persembahkan 600 pohon dan 30 kg benih ikan mudah-mudahan dapat menjadi langkah lanjut yang berkelanjutan dan dapat mendorong munculnya kegiatan serupa dari masyarakat lainnya”, tambahnya.

Ia juga mengatakan, PDI Perjuangan memahami bahwa menanam pohon adalah kegiatan wajib, sebab dengan adanya pohon maka kehidupan akan berkelanjutan, mengurangi potensi bencana, dan merawat oksigen yang merupakan salah satu sumber utama kehidupan.

“Saya berharap rawatlah ibu bumi seperti merawat tubuh kita sendiri”, ucap Henhen.    

Agung Wisnu selaku ketua panitia kegiatan menanam pohon dan menebar bibit menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya untuk mengikuti instruksi partai namun lebih dari itu, sebab menanam pohon adalah kewajiban manusia.

“Menanam pohon sebagai bentuk wajib bagi manusia yang masih merasa manusia, ada atau tidak ada instruksi, menurut saya menanam pohon itu wajib hukumnya, 600 pohon yang kita tanam dan 30 kg benih ikan yang kita tebar tentunya tidak sebanding dengan kasih yang telah diberikan alam semesta, tetapi ini langkah lanjut yang akan terus kita lakukan”, Katanya.

“Dulur di Pangalengan ini banyak potensi yang dapat menjadikan wajah semesta terubah, kegiatan menanam pohon di lokasi Leuweung Citere, diharapkan menjadi pengingat bagi siapa saja yang berkegiatan di Pangalengan untuk Nyaah ka Pangalengan karena dari salah kita mengelola Pangalengan maka dampaknya akan di rasakan oleh masyarakat Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Indonesia dan Dunia”, imbuhnya.

Anda Mungkin Suka