Fatwa MUI : Vaksinasi Tidak Batalkan Puasa

Jakarta, Posbaru – Menyikapi kekhawatiran dan pertanyaan masyarakat terkait penggunaan vaksin COVID-19 ketika berpuasa. pada 16 maret 2021, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi COVID-19 saat berpuasa.

Yang mana di dalamnya disebutkan bahwa hukum melakukan vaksinasi bagi umat Islam yang tengah berpuasa dengan cara injeksi intramuskular adalah boleh selama tidak menyebabkan bahaya.

“Fatwa MUI sudah keluar, vaksinasi di bulan Ramadan itu tidak membatalkan puasa,” ucap Wakil Presiden (Wapres)  Ma’ruf Amin dalam keterangan pers nya usai laksanakan vaksinasi COVID-19 dosis kedua, di Kediaman Resmi Wapres, Jakarta, Rabu (17/03/2021).

Menurutnya alasan vaksin tidak membatalkan puasa di bulan ramadhan adalah karena proses injeksi tidak dilakukan melalui lubang yang tersedia pada tubuh manusia, seperti hidung, mulut, telinga.

“Kalau yang membatalkan itu yang masuk dari hidung, mulut, telinga, atau lubang yang lain. Tapi karena vaksin ini disuntik bukan dari lubang itu, maka itu tidak membatalkan puasa,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan secara ketat meski telah melaksanakan vaksinasi sebab vaksinasi bukan jaminan seseorang akan kebal dari COVID-19.

“Walaupun sudah di vaksin, ada saja yang bisa tertular. Jadi, kita tetap harus menjaga protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Dan juga mematuhi aturan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), dan vaksinasi. Semua untuk kemaslahatan kita, kebaikan kita,” ujarnya.

Wapres juga mengajak masyarakat untuk mengikuti vaksinasi agar mendukung pemerintah  dalam mewujudkan kekebalan komunal (herd immunity).

 “Saya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk mengikuti vaksinasi, karena ini bukti untuk kita supaya terjadi kekebalan komunitas masyarakat, menjaga dari pengaruh penyebaran COVID-19,” ucapnya.