Indonesia Dorong KTT Istimewa ASEAN dan ASEAN Plus Three lawan COVID-19

Jakarta, Posbaru.com – Indonesia menjadi salah satu negara yang berinisiatif mengupayakan penyelenggaraan kedua KTT tersebut.

 “Kita tidak bisa menunda KTT tersebut di situasi dunia dan Kawasan kita yang sedang berjuang hadapi Covid-19. KTT Istimewa ini sangat strategis untuk satukan langkah lawan Covid-19”, sebut Menlu RI.

Presiden RI, Joko Widodo, direncanakan mengikuti dua KTT Istimewa tersebut melalui video conference. Ini bukan kali pertama Presiden Joko Widodo mengikuti KTT melalui video conference. Sebelumnya Presiden juga mengikuti KTT G-20 di bawah keketuaan Arab Saudi pada tanggal 26 Maret 2020.

Rangkaian pertemuan akan membahas langkah bersama dalam menangani, membendung dan memitigasi dampak COVID-19, memastikan kelancaran regional supply chain atas makanan, obat-obatan dan barang-barang esensial lainnya, perlindungan terhadap warga negara ASEAN serta pemanfaatan sejumlah kerja sama yang dimiliki oleh APT. 

KTT Istimewa ASEAN diharapkan dapat menghasilkan suatu Declaration of the Special ASEAN Summit on COVID-19 yang dapat memuat komitmen ASEAN untuk tetap menanggapi pandemi secara efektif melalui pendekatan yang koheren, multi-sektoral, multi-stakeholder dan melibatkan Masyarakat ASEAN secara menyeluruh.

Sedangkan KTT Istimewa APT diharapkan dapat pula menyepakati suatu Joint Statement of the Special ASEAN Plus Three Summit on Corona Virus Disease (COVID-19) yang akan menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat solidaritas, meningkatkan kerjasama dan saling dukung antara ASEAN dengan negara APT dalam mengendalikan, membendung dan menangani dampak pandemi terhadap masyarakat dan perekonomian.

KTT ASEAN akan dipimpin oleh PM Viet Nam sebagai Ketua ASEAN dan diikuti oleh 10 Kepala Negara/Pemerintahan Negara Anggota ASEAN, sementara KTT ASEAN Plus Three juga akan diikuti oleh Kepala Negara/Pemerintahan dari negara ASEAN Plus Three (APT) yang terdiri dari China, Jepang dan Korea Selatan.