Jabar Matangkan Rencana Penambahan Gedung Isolasi Pasien COVID-19

Kota Bandung, Posbaru – Rencana penyiapan 15 gedung tambahan ruang isolasi pasien COVID-19 terus dimatangkan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar), hal ini dikarenakan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan sudah semakin menipis.

Dalam telekonferensi bersama Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia (RI) Luhut Binsar Pandjaitan beserta para menteri Kabinet Kerja, dan Gubernur DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, serta Bali.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil (Kang Emil) melaporkan strategi dan beberapa opsi lokasi gedung tambahan yang akan digunakan sebagai ruang isolasi mandiri pasien COVID-19 serta kemungkinan tambahan dari TNI Angkatan Darat yang mana Kantor Pusdik dan Secapa Kota Bandung akan dipinjam pakai selama satu bulan.

Oleh sebab itu, Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar melakukan analisis rasio gedung tambahan dengan ketersediaan tenaga kesehatan, dan menurut Kang Emil jumlah gedung dengan Sumber Daya Manusia (SDM) tidak seimbang.

“Apabila ada kekurangan SDM, maka akan subsidi silang dengan kota/kabupaten yang kasusnya rendah,” ujarnya.

Untuk itu, jika masih belum cukup, pihak Komite Kebijakan COVID-19 Jabar akan meminta bantuan TNI/Polri untuk mengaktifkan tenaga kesehatannya, Kang Emil mengatakan bahwa jika bisa di tangani oleh tenaga kesetan TNI/Polri maka daerah jabar yang bebeannya rendah akan di BKO ke daerah yang bebannya tinggi.

Ia juga menyebutkan opsi terakhir dari pihaknya yaitu dengan mengaktifkan relawan yang sudah direkrut dengan kemungkinan menambah lebih banyak relawan.

“Mungkin minggu depan bisa turun dengan bertambahnya jumlah bed dan ruang isolasi mandiri,” katanya.