Jabar Mulai Salurkan Bansos Tahap Tiga ke 27 Kab/Kota

Kab.Garut, Posbaru – Bantuan sosial (bansos) Provinsi tahap ke tiga mulai disalurkan serentak ke 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat (Jabar) pada hari Selasa (27/10/20) dengan total jumlah penerima sebanyak 1.907.274 Keluarga Rumah Tangga Sasaran (KRTS), pendistribusian tersebut dijadwalkan berlangsung 18 hari hingga tanggal 13 bulan November tahun 2020.

Pendistribusian bansos yang dilakukan oleh pengemudi motor dari PT Pos Indonesia dengan cara langsung disalurkan ke rumah penerima tersebut, dipantau langsung oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Kang Emil) dari Kabupaten Garut.

“Sebenarnya sebagian besar sudah berproses di bantuan ketiga ini. Sementara per hari ini sesuai rencana. Bantuan keempat nanti akan mengakhiri (disalurkan di akhir tahun), karena ekonomi sekarang sudah membaik. Jadi ekonomi Jawa Barat sudah bergerak di 60 persen,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa bansos hanya diberikan dalam keadaan darurat seperti saat ini, untuk itu dirinya berharap perekonomian di Jabar terus meningkat hingga 90% agar pada tahun depan tidak ada lagi penerima bansos.

Pihaknya juga yakin, pembagian bansos merupakan salah satu upaya perbaikan ekonomi agar perputaran uang maupun barang berjalan sehingga perputaran ekonomipun berjalan.

Bansos tahap tiga yang disalurkan tersebut berjumlah sebesar Rp350.000 dari yang sebelumnya Rp500.000 dengan rincian Rp100.000 berupa uang tunai dan Rp250.000 berupa sembako (sardern 155 gr 5-4 kaleng, kornet kaleng besar/dua kaleng kecil, minyak goreng 1 lt, beras 5 kg, susu 5pcs, vitamin c 1 paket, gula pasir 1kg, garam 500 gr, masker 4 pcs).

Pengurangan jumlah nominal pada bansos tahap ke tiga ini, menurut Koordinator Sub Divisi Logistik, Sri Endang Marwati disebabkan karena adanya penambahan KRTS dari 1,3 juta menjadi 1,9 juta, sedangkan APBD Provinsi makin terbatas.

Selain itu, untuk menghindariadanya data ganda KRTS, Pemda Provinsi Jabar telah bekerjasama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta memanfaatkan aplikasi Pikobar untuk proses pembersihan data.

“Untuk tahap tiga ini kita sudah bekerja sama dengan BPKP untuk cleansing data. Dengan Pikobar juga sudah melakukan 23 proses cleansing, sehingga data yang tahap tiga ini. Insyaallah sesuai dengan yang kita harapkan. Jadi tidak ganda atau dobel penerima,” ujar Sri.

Adapun Grafis Jumlah KRTS Berdasarkan Daerah yakni:

1. Kota Bandung (9,88 persen) 

2. Kab Bandung (9,26 persen)

3. Kab Bogor (7,55 persen) 

4. KBB (6,32 persen)

5. Kab Garut (5,65 persen)

6. Kab Bekasi (5,20 persen) 

7. Kab Subang (5,13 persen) 

8. Kab Cianjur (5,05 persen) 

9. Kab Sukabumi (4,89 persen) 

10. Kab Majalengka (4,88 persen) 

11. Kab Sumedang (4,37 persen) 

12. Kab Tasikmalaya (4,11 persen)

13. Kab Ciamis (4,06 persen) 

14. Kota Depok (3,87 persen) 

15. Kab Karawang (3,53 persen)

16. Kab Kuningan (3,04 persen) 

17. Kab Indramayu (2,88 persen) 

18. Kab Cirebon (2,76 persen) 

19. Kota Tasikmalaya (2,07 persen) 

20. Kota Bogor (1,74 persen) 

21. Kab Purwakarta (1,16 persen) 

22. Kota Cirebon (0,80 persen) 

23. Kota Cimahi (0,70 persen) 

24. Kota Bekasi (0,49 persen) 

25. Kota Banjar (0,27 persen) 

26. Kota Sukabumi ( 0,21 persen) 

27. Kab Pangandaran (0,15 persen) 

Anda Mungkin Suka