Jabar Terapkan Sanksi Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Kota Bandung, Posbaru – Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Barat (Jabar) Nomor 60 tahun 2020 tentang Sanksi Administratif  Terhadap Pelanggaran Tertib Kesehatan Dalam Pelaksanaan Pembatasan Sosial dan Adaptasi Kebiasaan Baru terkait penanggulangan COVID-19, telah ditandatangani oleh Gubernur Jabar, Ridwan Kamil (Kang Emil), pada Senin 27 Juni 2020.

Isi Pergub tersebut mengatur tentang sanksi administratif  bagi warga Jabar yang tidak menerapkan pedoman kesehatan di ruang publik seperti menggunakan masker dan jaga jarak. Sanksi ini juga berlaku untuk pemilik, pengelola, serta penanggung jawab kegiatan usaha.

Dalam hal ini, selain mengatur pelanggaran Indicidu sanksi ini juga mengatur pelanggaran tempat kerja, tempat pariwisata, transportasi, dan kegiatan sosial budaya.

Sanksi tersebut juga diterapkan secara bertahap, diantaranya sanksi ringan berupa teguran lisan dan tulisan, sedang berupa jaminan kartu identitas,kerja sosial dan pengumuman terbuka.

Lalu ada sanksi berat yakni berupa denda administratif seperti pemberhentian sementara kegiatan, pemberhentian tetap kegiatan, pembekuan atau rekomendasi pembekuan izin usaha, pencabutan sementara atau rekomendasi pencabutan izin usaha.

Dalam penerapannya, sanksi diberikan dengan memperhatikan perlindungan kesehatan masyarakat sesuai dengan regulasi serta asas umum pemerintahan yang baik, tidak diskriminatif, kesepadanan dan ditujukan untuk kepentingan pencegahan penulasan virus, meskipun begitu, denda administratif tidak berlaku untuk kegiatan keagamaan.

Kemudian besaran denda administratif pada tiap level baik perorangan maupun bukan adalah sebagai berikut.

  • Denda administratif pada ruang publik sebesar Rp100 ribu
  • Denda administratif pada Sekoah/Institusi sebesar Rp150 ribu
  • Denda administratif pada Kegiatan sosial budaya sebesar Rp500 ribu.
  • Denda administratif pada Transportasi umum pengemudi dan pengelola berbeda
  • Denda administratif pada pegemudi sepeda motor Rp100 ribu
  • Denda administratif pada pengemudi mobil pribadi/dinas Rp150 ribu

Selanjutnya dalam pergub tersebut, pengelola kegiatan usaha wajib menyediakan tempat cuci tangan, alat pengukur suhu tubuh, dan Karyawan ataupun pengunjung diwajibkan menggunakan masker serta menjaga jarak.

Kang Emil mengatakan bahwa pada minggu pertama penerapan sanksi, pihaknya tidak akan memberikan sanki yang berat, namun akan diberikan sanksi yang sifatnya simpatik.

Adapun tujuan dari pemberlakuan sanksi ini adalah untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan pedoman kesehatan diruang publik, agar mencegah penularan COVID-19.