Jabar Wajibkan Panitia Kurban Terapkan Pedoman Kesehatan

Kota Bandung, Posbaru – Di tengah pandemi seperti sekarang pendistribusian dan penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Iduladha harus menerapkan pedoman kesehatan dalam setiap prosesnya guna mencegah penuralan COVID-19.

Untuk itu, Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil (Kang Emil) memberikan instruksi pada panitia kurban di Jabar untuk menghindari kontak fisik dan kerumunan pada proses penyembelihan hewan kurban, begitupun dengan pendistribusiannya.

Ia mengatakan panitia wajib membagikan daging ke rumah-rumah dari pintu ke pintu, misalnya dengan memberikan kupon dengan kalimat “Tunggu Dirumah” yang nantinya akandiantar oleh relawan kewilayahan seperti PKK ataupun Karang Taruna.

Kamudian penggunaan plastik dilarang dalam pendistribusiannya dan diganti dengan besek dari anyaman bambu, karena selain ramah lingkungan dapat juga meningkatkan ekonomi kecil di masyarakat.

Lalu untuk proses jual beli hewan kurban, harus juga diterapkan pedoman kesehatan. Kang Emil merekomendasikan untuk pembelian hewan kurban dilakukan secara daring karena dapat mencegah kerumunan dan menekan potensi penularan.

Kang Emil juga memintaagar penjualan hewan kurban dilakukan di tempat terbuka yang luas serta penyembelihan hewan kurban dilakukan secara bertahap karena pelaksanaan penyembelihan dapat dilakukan empat hari yakni pada tanggal tanggal 10, 11, 12, dan 13 Zulhijah. 

Pedoman Kesehatan yang ketat juga harus diterapkan saat proses penyembelihan, penyembelih diwajibkan menggunakan masker dan sarung tangan baik saat menyembelih maupun merecah daging hewan kurban.

Pelaksanaan salat juga harus sesuai dengan syariat islam dan pedoman kesehatan yang ada, yakni Menjaga jarak minimal satu meter dan panitia harus memastikan pedomankesetan diterapkan, adapun untuk yang sudah lanjut usia (Lansia) dan anak-anak yang masih rawan terinfeksi virus dihimbau untuk tidak ikut dalam kegiatan ibadah salat Iduladha.

Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jabar, Jafar Ismail menyebutkan, pemeriksaan hewan kurban akan dilakukan 14 hari sebelum hari raya, dan pihaknya juga sudah mensosialisasikan pedoman kesehatan ke 27 Kabupaten/Kota di Jabar.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan hewankurban memiliki kriteria ASUH (aman, sehat, utuh, halal), Pihaknya telah menurunkan ribuan petugas dan dokter hewan untuk melaksanakan pengawasan, dan akan berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten/Kota. Adapun total petugas yang dikerahkan berjumlah lebih dari seribu orang.