Jawa Barat Keluarkan Protokol Kesehatan Idul Adha

Kota Bandung, Posbaru – Pedoman kesehatan selama Idul Adha di tengah pandemi COVID-19 dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, dalam aturan tersebut mengatur antara lain tata laksana bagi masyarakat dari mulai pencarian hewan kurban, salat id, penyembelihan, dan pendistribusian daging.

Pedoman tersebut dituangkan dalam dua beleid yang ditandatangani oleh Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (Kang Emil), Baleid Pertama, Keputusan Gubernur Nomor 443/Kep.376-Hukham/2020 Tentang Protokol Pemeriksaan Penjualan dan Penyembelihan Hewan Kurban serta Distribusi Hewan Kurban Selama Pandemi COVID-19.

Kemudian pada baleid kedua, Surat Edaran Nomor 451/110/Hukham Tentang Penyelenggaraan Salat Idul Adha dalam Wabah Bencana Nonalam COVID-19, SE ini ditujukan pada bupati/wali kota, MUI, Departemen Agama, pimpinan ormas Islam, para ketua DMI – Baznas, dan pimpinan pondok pesantren se Jabar.

Dalam surat edaran tersebut, dikatakan bahwa salat id diperbolehkan dilakukan di masjid, lapangan, dan ruangan dengan penerapan pedoman kesehatan yang masksimal seperti jemaah wajib menggunakan masker, membawa alat ibadah sendiri, dan suhu tubuh dibawah 37,5 derajat.

Lalu panitia salat id juga diwajibkan untuk membersihkan tempat salat menggunakan disinfektan, memberikan jarak saf minimal 1 meter, mengecek suhu tubuh jemaah, menyediakan tempat cuci tangan atau hand sanitizer, tidak menjalankan kencleng amal, serta membatasi jumlah pintu masuk untuk mempermudah pemeriksaan. Kemudian jamaah juga tidak diperbolehkan untuk bersalaman setelah ibadah berlangsung.

Sementara untuk pedoman pelaksanaan kurban juga dilakukan dengan prinsip yang sama dan masyarakat dianjurkan untuk memesan hewan kurban secara daring agar bisa menghindari keramaian.

Adapun untuk tempat pemotongan hewan kurban bisa dilakukan di lapangan ataupun masjid namun harus dilengkapi dengan penutup agar tidak menarik perhatian serta menimbulkan kerumunan dan pengkurban dianjurkan untuk tidak menyaksikan proses penyembelihan secara langsung tapi diganti dengan melihat melalui video call.

Panitia kurban juga wajib menyediakan air mengalir serta membersihkan alat potong dengan disinfeksi. Panitia dan petugas penyembelih hewan wajib menggunakan baju lengan panjang, masker, kacamata google atau tameng wajah, dan sarung tangan.

Selain itu, setelah daging dicacah dan dibungkus dengan penerapan pedoman kesehatan yang maksimal, pendistribusiannya juga harus dilakukan dengan cara diantarkan langsung ke rumah penerima, untuk menghindari kerumunan.

Semua pedoman kesehatan yang diberlakukan tadi, akan diawasi oleh pemkab/pemkot mulai dari pemeriksaan hewan kurban, aktivitas pasar hewan, salat id, penyembelihan, dan distribusi daging.

Anda Mungkin Suka