Jokowi Dorong Reformasi Peradilan yang Modern

Jokowi Dorong Reformasi Peradilan yang Modern

Jakarta, Posbaru – Dalam sambutan pada Sidang Pleno Istimewa Laporan Tahunan Mahkamah Agung Tahun 2020, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/02/21), Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, Pandemi COVID-19 yang mengakibatkan krisis kesehatan global telah mengubah tatanan hidup secara drastis dan mendorong cara-cara baru termasuk proses penyelenggaraan peradilan.

“Penyelenggara peradilan dipaksa bertransformasi lebih cepat, pandemi mengharuskan kita bekerja dengan cara-cara baru untuk mematuhi protokol kesehatan, mengurangi pertemuan tatap muka, dan mencegah kerumunan,” ucapnya.

Menurutnya, dalam mewujudkan transformasi peradilan tersebut telah dilakukan Mahkamah Agung (MA) dengan akselerasi penggunaan teknologi informasi berbentuk aplikasi e-Court dan e-Litigation, sehingga pelayanan pada masyarakat pencari keadilan tidak terganggu serta kualitas keputusan putusan tetap terjaga.

“Momentum pademi ini bisa dibajak untuk melakukan transformasi yang fundamental dengan cara-cara fundamental. Terobosan-terobosan oleh penyelenggara peradilan sangat penting, membuktikan bahwa sistem peradilan kita mampu beradaptasi dengan cepat,” ujarnya.

Jokowi juga mengajak jajaran MA untuk terus melakukan inovasi agar bisa memberi pelayanan kepada masyarakat dengan cepat dan lebih baik melalui peradilan yang modern.

“Saya ingin mengingatkan bahwa akselerasi penggunaan teknologi bukanlah tujuan akhir, percepatan penggunaan teknologi adalah pintu masuk untuk transformasi yang lebih luas, transformasi yang lebih besar dalam penyelenggaraan peradilan, untuk mempercepat terwujudnya peradilan yang modern,” katanya.

Ia juga memberikan apresiasi dari aplikasi e-Court dan e-Litigation dalam proses penyelesaian perkara sidang, dimana tercatat jumlah perkara yang didaftarkan melalui aplikasi tersebut di tahun 2020 mengalami peningkatan sebanyak 295% dan 8.560 perkara yang sudah disidangkan secara e-Litigation.

“Penerapan teknologi informasi dalam sistem peradilan di Mahkamah Agung terbukti mampu meningkatkan kinerja penyelenggara peradilan secara signifikan. Jumlah perkara yang diterima terbanyak dalam sejarah, perkara yang diputus juga terbanyak sepanjang sejarah, tentu ini bisa dilakukan tanpa mengurangi kualitas putusan,” imbuhnya.

Selain itu, Jokowi berharap agar MA bisa terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan peradilan dengan basis teknologi tersebut.

“Saya berharap Mahkamah Agung terus meningkatkan kualitas aplikasi e-Court, termasuk standardisasi kewajiban para pihak, pemeriksaan saksi dan ahli secara daring, salinan putusan (e-Verdict), juga perluasan aplikasi e-Court untuk perkara-perkara perdata yang bersifat khusus,” tambahnya.

Ia juga mendorong upaya reformasi peradilan melalui penerapan sistem peradilan yang modern, serta meminta kepada MA untuk dapat mewujudkan kepastian hukum bagi pencari keadilan melalui keputusan-keputusan yang mengurangi disparitas pemidanaan.

Baca Juga : Ciri dan Macam-Macam Hak Asasi Manusia

“Dengan kinerja dan reputasi yang semakin baik, Mahkamah Agung dapat menghasilkan putusan-putusan landmark decisions dalam menggali nilai-nilai dan rasa keadilan masyarakat, sehingga lembaga peradilan menjadi lembaga yang semakin terpercaya,” tegasnya.

Anda Mungkin Suka

Leave a Comment