Jokowi Ingatkan Pelonggaran PSBB Dilakukan Secara Tidak Tergesa-Gesa

Jakarta, Posbaru – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan pada jajarannya untuk tidak tergesa-gesa mengenai rencana pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Jokowi bersama jajaranya melakukan evaluasi mengenai pelaksanaan PSBB dan physical distancing (jaga jarak) beserta protokol kesehatan di sejumlah daerah.

Menurutnya berdasarkan data yang ada, pelaksanaan PSBB di sejumlah daerah memang memberikan hasil dan efektivitas yang bervariasi, dari sejumlah daerah yang menerapkan PSBB, terdapat daerah yang mengalami penurunan kasus positif secara gradual, konsisten, namun tidak drastis.

Ada juga daerah yang mengalami penurunan kasus namun masih fluktuasi dan belum konsisten, selain itu ada juga daerah yang tidak mengalami perubahan jauh dari sebelum pelaksanaan PSBB.

Data tersebut juga mengungkap bahwa dari 10 provinsi dengan kasus positif terbanyak, hanya 3 provinsi yang melaksanakan PSBB sedangkan sisanya tidak. Untuk itu Jokowi mengatakan perlu evaluasi terhadap provinsi, kabupaten, dan kota yang tidak melakukan PSBB dan physical distancing serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Ini harus dibandingkan yang PSBB maupun yang non-PSBB karena memang ada inovasi-inovasi di lapangan dengan menerapkan model kebijakan pembatasan kegiatan di masyarakat yang disesuaikan dengan konteks di daerah masing-masing,” ujar Jokowi.

Jokowi juga menekankan dalam penerapan PSBB, implementasi dan pelaksanaannya di masing-masing daerah tidak terjebak pada batas administrasi kepemerintahan. Pelaksanaan PSBB menuntut penanganan sebuah kawasan yang saling terhubung sehingga manajemen antar daerah menjadi terpadu dalam konteks PSBB.

Kemudian Jokowi  menegaskan mengenai pelonggaran PSBB agar dilakukan secara hati-hati dan tidak tergesa-gesa. Semuanya didasarkan pada data-data dan pelaksanaan di lapangan sehingga keputusan itu betul-betul sebuah keputusan yang benar. Hati-hati mengenai pelonggaran PSBB,” katanya.