Jokowi Sampaikan 7 Kebijakan Anggaran Transfer Ke Daerah & Desa

Jakarta, Posbaru – Pada Jumat (15/8) di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2021 Beserta Nota Keuangannya, Ia mengatakan di tahun 2021 direncanakan Anggaran Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar Rp796,3 triliun dengan 7 arah kebijakan, yakni :

  1. Melalui pembangunan aksesbilitas dan konektivitas kawasan sentra pertumbuhan ekonomi, dukungan insentif kepada daerah untuk menarik investasi, perbaikan sistem pelayanan investasi, serta dukungan pada UMKM untuk mendukung langkah pemulihan ekonomi sejalan dengan prioritas nasional.
  2. Optimalisasi dana bagi hasil untuk mendukung penanganan kesehatan, jaringan pengaman sosial, dan pemulihan ekonomi dampak dari COVID-19.
  3. 25 % dana transfer diarahkan untuk mempercepat program pemulihan ekonomi daerah dan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).
  4. Dana Insentif Daerah (DID) difokuskan untuk digitalisasi pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan UMKM.
  5. Refokus dan simplikasi jenis, bidang serta kegiatan DAK fisik yang sifatnya regular dan penugasan.
  6. DAK non-fisik mendukung penguatan SDM pendidikan lewat dukungan Program Merdeka Belajar, dan tambahan sektor strategis lainnya yakni dana pelayanan perlindungan perempuan dan anak, fasilitasi penanaman modal, serta pelayanan ketahanan pangan.
  7. Dana Desa untuk pemulihan ekonomi desa dan pengembangan sektor prioritas yaitu teknologi informasi dan komunikasi, pembangunan desa wisata, serta ketahanan pangan.

Jokowi mengatakan bahwa rendahnya rasio gini dari 0,316 di tahun 2016 menjadi 0,315 di tahun 2019 menunjukan tingkat kesenjangan di perdesaan menurun.

Presentase penduduk miskin di perdesaan juga mengalami penurunan dari 13,96 % di tahun 2016 menjadi 12,6 % di tahun 2019.