Jokowi Serahkan 1 Juta Sertifikat Tanah Pada Masyarakat

Jakarta, Posbaru – Memperingati Hari Agraria dan Tata Ruang, Pada Senin (09/11/20) Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan satu juta sertifikat hak atas tanah pada masyarakat di 31 Provinsi dan 201 Kabupaten/Kota yang digelar secara virtual di Istana Negara, Jakarta.

“Satu juta sertifikat adalah jumlah yang sangat besar sekali. Sebelum program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap), ini sebelum tahun 2017, setiap tahun kita hanya mengeluarkan kurang lebih 500 ribu sertifikat di Indonesia,” ucap Jokowi.

Sebelum adanya Program Sertifikasi Tanah yang merupakan bagian Program PTSL, sertifikat tanah yang dikeluarkan dalam satu tahun hanya 500 ribu sertifikat, yang mana di Indonesia tanah yang harus disertifikasi ada 126 juta dan pada tahun 2015 baru ada 46 juta sertifikat.

Jokowi mengatakan bahwa hal tersebut menunjukan bahwa ada 80 juta tanah yang belum tersertifikasi dan jika dalam satu tahun hanya mengeluarkan 500 ribu sertifikat maka butuh waktu sekitar 160 tahun hingga selesai.

Ia juga menyampaikan, sering mendapatkan keluhan dari masyarakat terkait dengan tanah belum bersertifikat yang dapat berakibat pada sengketa lahan, menurut laporan, masyarakat enggan mengurus sertifikat karena prosedur yang rumit dan proses yang sangat lama.

Oleh sebab itu, Jokowi telah memerintahkan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala BPN untuk memberi kemudahan prosedur pengurusan dan mempercepat penerbitan sertifikat hak atas tanah serta Ia juga memberikan target yang harus dicapai kepada jajaran Kementrian ATR/BPN.

“Jadi saya bekerja dengan target-target dan yang saya berikan target itu betul-betul enggak main-main, kita janjian. Kalau targetnya enggak tercapai, hati-hati kepala kantor di kabupaten/kota, kanwilnya di provinsi juga hati-hati, menterinya juga hati-hati, saya hanya ngomong hati-hati,” katanya.

Menurutnya dengan kerja keras seluruh pihak yang terkait target yang diberikan dapat tercapai, dirinya juga yakin pihak-pihak terkait pada tahun ini dapat menerbitkan 7-10 juta sertifikat.

Dirinya juga berharap pada tahun 2025 seluruh bidang tanah di Indonesia sudah disertifikasi termasuk sertfikat tanah untuk tempat ibadah.

“Target kita di 2025 seluruh bidang tanah di Indonesia ini harus sudah bersertifikat. Enggak ada lagi orang punya tanah enggak punya sertifikatnya. Termasuk sertifikat untuk tanah-tanah untuk tempat ibadah, semuanya harus (bersertifikat), entah untuk masjid, untuk gereja, untuk pura, semuanya harus sudah bersertifikat,”ujarnya.