Kang Emil Minta Terapkan PSBMK di Daerah Tinggi Penularan COVID-19

Kota Bandung, Posbaru – Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil (Kang Emil) meminta, Kawasan dengan angka penularan COVID-19 tinggi seperti Bogor, Depok, Bekasi (Bodebek), dan Bandung Raya, terapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK).

Menurutnya hal tersebut merujuk dimana setelah dilakukannya kegiatan razia masker dan penerapan PSBMK di Kota Bogor, angka penularan kasus COVID-19 menurun di Kota tersebut, adapun PSBMK mengatur tentang pembatasan jam operasional toko, mal, dan pusat kegiatan lainnya hingga pukul 18.00 WIB dan penerapan jam malam setelah pukul 21.00 WIB.

Kang Emil menyebutkan, menurut pantauan Gugus Tugas Jabar pergerakan masayarakat pada minggu ini hampir sama dengan sebelum diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), oleh sebab itu pengetatan protokol kesehatan menjadi tantangan untuk ditingkatkan.

Tercatat ada 611,373 pelanggar yang didominasi perorangan dan total denda sebesar Rp106 juta semenjak diberlakukannya sanksi administratif bagi pelanggar protokol kesehatan.

Kasus penularan COVID-19 di jabar secara umum cenderung naik diakibatkan adanya tiga klaster baru yakni Keluarga, Industri, dan Perkantoran. Meskipun begitu, untuk klaster industri peningkatan kasus menurun sebab adanya penguatan kesepahaman dengan pihak industri.

“Sekarang para pekerja wajib mengisi kegiatan apa yang dilakukan sepulang kerja, sehingga oleh gugus tugas perusahaan dilakukan pengetesan juga komitmen pengetesan mandiri dengan biaya sendiri,” ujar Kang Emil.

Anda Mungkin Suka