Lari Jarak Jauh Pengertian, Peraturan, Nomor, dan Ketentuan

Posbaru, Pengertian Lari Jarak Jauh – Secara umum, Lari Jarak Jauh adalah Jenis cabang olahraga atletik yang mempunyai lintasan tempuh panjang serta memiliki banyak manfaat baik bagi kesehatan tubuh.

Lari Jarak jauh tidak sama dengan Marathon sebab lari jarak jauh terdiri dari beberapa lintasan sedangkan marathon memiliki lintasan sejauh 21,2 Km – 42,195 km.

Olahraga ini mengharuskan peserta mengerahkan seluruh energi dan kecepatan sejak start hingga finish, hal ini membuat peserta harus memiliki strategi olah energi agar bisa bertahan.

Sejarah lari jarak jauh berawal dari seorang prajurit perang Yunani pada abad ke-5 sebelum masehi atau lebih tepatnya 490 sebelum masehi, dimana terjadi perang antara Persia dan Yunani, yang terjadi akibat pemberontakan Yunani pada Persia karena wilayahnya yang dikuasai Persia.

Perang tersebut dimenangkan oleh Yunani,lalu salah satu prajurit Yunani diutus kembali untuk membawa kabar tentang kemenangan tersebut, jarak yang ditempuh oleh prajurit tersebut sangat jauh yakni 42 km.

Setelah mengabarkan kabar gembira tersebut, prajurit tersebut meninggal, untuk mengenang jasanya masyarakat Yunani mengadakan lomba lari jarak jauh secara serentak.

Seiring dengan perkembanggan zaman olahraga ini semakin dikenal di seluruh penjuru dunia. Karena minat terhadap olahraga tersebut semakin tinggi, pada tahun 1912 mulai dibentuk organisasi International Association Of Athletics Federation (IAAF) yang berpusat di Monako.

Teknik Dasar Lari Jarak Jauh

Agar bisa menjadi ahli dalam olahraga ini, peserta harus menguasai teknik dasarnya terlebih dahulu.

1. Teknik Awalan (Start)

Teknik awalan pada lari jarak jauh mirip dengan lari jarak menengah dengan nomor lari 1.500 meter,yaitu teknik awalan berdiri (Standing Start), cara melakukannya adalah sebagai berikut.

  1. Kedua kaki terbuka selebar bahu
  2. Geser salah satu kaki ke belakang sekitar 2-4 kepal
  3. Posisikan tubuh lebih rendah dengan menekuk kaki bagian depan
  4. Condongkan badan sedikit ke depan
  5. Kepalkan kedua tangan
  6. Angkat kepala sedikit ke arah depan
  7. Konsentrasi pada aba-aba

2. Teknik Berlari

Pada lari jauh, pelari diharuskan pintar mengelola tenaga/energi dan menjaga keseimbangan tubuh agar performa kecepatan berlarinya tidak menurun hingga garis akhir (finish). Cara melakukannya adalah sebagai berikut.

  1. Saat berlari posisikan tubuh tegak lurus
  2. Posisi kepala menatap lurus ke depan
  3. Ayunkan lengan mengikuti hentakan kaki
  4. Sesuaikan ayunan lutut dengan lengan

3. Teknik Pernapasan

Saat berlari tubuh memerlukan oksigen untuk diserap olah sebab itu pelari harus memahami teknik pernapasan yang benar yakni sebagai berikut.

  • Pernapasan Mulut, hal ini memungkinkan pelari menghirup oksigen lebih saat berlari, dan bernapas melalui mulut dapat membuat otot wajah menjadi rileks serta menambah kenyamanan saat berlari.
  • Pernapasan Perut, cara ini dapat dilakukan untuk memaksimalkan pernapasan dengan mulut, untuk memastikannya dapat dilakukan dengan cara menarik napas diikuti dengan kondisi perut yang membesar dan dada tidak ikut membesar, hal tersebut memastikan pelari bernapas dengan perut.
  • Pernapasan Pendek & Berirama, cara ini memungkinkan pelari lebih mudah mengatur napasnya dan sangat membantu saat berlari. Maksud bernapas dengan berirama adalah napas konsisten dan tidak terpengaruh oleh ritme lari.

4. Teknik Berlari di Tikungan

Pelari yang menguasai teknik ini dapat menghasilkan kecepatan lari yang efisien dan stabil, cara melakukannya yakni saat mendekati tikungan pelari mengambil lintasan terdalam dengan memposisikan badan dan kepala sedikit miring ke arah tikungan dengan pandangan mata ke depan.

5. Teknik Berlari Garis Akhir (Finish)

Cara melakukan teknik ini adalah sebagai berikut.

  1. Maksimalkan kecepatan berlari saat garis finish dekat
  2. Fokus ke depan serta usahakan kecepatan tidak berkurang
  3. Posisikan kedua bahu ke depan ketika akan menyentuh garis akhir (Finish)

Aba-Aba Lari Jarak Jauh

Pada olahraga ini aba-aba yang digunakan hanya dua yakni “Bersiap” dan ‘Ya”.

Bersiap : Saat aba-aba ini terdengar pelari harus dalam keadaan siap dengan teknik awalan berdiri

Ya : Setelah aba-aba bersiap maka dilanjutkan dengan aba-aba ya, pada saat ini pelari di izinkan untuk mulai berlari.

Nomor Lari Jarak Jauh

  1. 5.000 meter
  2. 10.000 meter
  3. 21.100 meter
  4. 42.195 meter

Peraturan Lari Jarak Jauh

Umum:

  1. Wasit wajib memberi tahu lintasan mana yang akan dilewati peserta sebelum perlombaan dimulai
  2. Penyelenggara dilarang memilih jalur yang membahayakan nyawa
  3. Penyelenggara wajib memasang penunjuk arah
  4. Atlet dengan waktu tercepat ke garis finish adalah pemenang

Lintasan Alam:

  1. Penyelenggara harus mengawasi atlet apabila lintasan merupakan alam terbuka
  2. Jalur tidak boleh membahayakan atlet
  3. Kiri Kanan jalur harus diberi pembatas dan tanda petunjuk bagi atlet
  4. Agar atlet mengenal lintasan yang dilewatinya, maka penyelenggara harus melakukan rapat (briefing) sebelum dimulainya perlombaan, dan jika lintasan berbentuk lingkaran atau elips maka ada baiknya jarak tempuh sekali putaran tidak lebih dari 2.200 meter.

Lintasan Jalan Raya :

  • Kelas Pertama, 15 km, 20 km, 21,1 km
  • Kelas Kedua, 25 km, 30 km, 42,195 km
  • Dalam lomba kelompok jarak tempuh terbagi menjadi beberapa bagian yakni atlet pertama 5 km, atlet kedua 10 km, dan seterusnya.

Ketentuan Lari Jarak Jauh

Umur Berdasarkan IAAF (International Association of Atheletics Federation)

  • Pemula, Usia 12-14 tahun
  • Junior III, Usia 15-18 tahun
  • Junior II, Usia 17-18 tahun
  • Junior I, Usia 20 tahun
  • Veteran Putri, Usia di atas 35 tahun
  • Veteran Putra, Usia di atas 40 tahun

Panjang Lintasan

  • Putri Junior, 4 km
  • Putra Junior, 8 km
  • Putri Dewasa, 6 km
  • Putra Dewasa, 12 km

Kriteria Pemenang

  • Tunggal, Waktu tercepat ke garis finish adalah pemenang
  • Kelompok, Akumulasi total dari masing –masing atlet, yang tercepat adalah pemenang

Peralatan Lari Jarak Jauh

  • Bendera start/pistol start
  • Dua buah tiang finish dengan tinggi 1,37 meter dengan tebal 2 cm
  • Start block
  • Pita garis finish dipasang dengan ketinggian 1,22 meter
  • Kursi garis finish memiliki 8 anak tanggal yang berfungsi mencatat waktu
  • 24 jam stopwatch
  • Kamera finish
  • Wasit bag

Penentu Kemenangan

  • Daya Tahan
  • Kecepatan
  • Gaya
  • Pertimbangan Langkah
  • Kepemimpinan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *