Masyarakat Wajib Tahu Program Padat Karya, Ini Rinciannya

Jakarta, Posbaru.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) percepat realisasi Program Padat Karya Tunai (PKT/cash for work) pada tahun 2020 dengan anggaran sebesar Rp10 triliun yang tersebar di 34 Provinsi.

Percepatan program padat karya Kementerian PUPR utamanya adalah untuk mempertahankan daya beli masyarakat dan mengurangi angka pengangguran di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi akibat Pandemi Virus Korona (Covid-19), ungkap Menteri PUPR Basuki Hadimuljono melalui video conference bersama media, Selasa (7/4).

Anggaran program padat karya tersebut digunakan untuk 7 program, yakni

  1. Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI). Saat ini sebanyak 761 lokasi P3TGAI sudah mempersiapkan/memulai kegiatan sosialisasi dan 73 lokasi sudah melaksanakan kegiatan konstruksi fisik, berupa pembangunan saluran irigasi tersier di 15 lokasi di Lampung, 10 lokasi di Bali, dan 48 lokasi di NTT, dengan anggaran per lokasi sebesar Rp225 juta.
  2. Pemeliharaan Rutin Jalan & Jembatan, PKT berupa pemeliharaan rutin jalan sepanjang 47.017 km dengan anggaran Rp0,489 triliun, misalkan untuk pembersihan median jalan, pengecatan marka dan berem. Selain jalan, juga dilakukan pemeliharaan rutin jembatan yang menggunakan skema swadaya masyarakat sepanjang 496.080 meter dengan anggaran Rp110 miliar,
  3. Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW). PKT PISEW dialokasikaan untuk di 900 kecamatan dengan anggaran Rp. 540 miliar, TPS-3R di 106 lokasi dengan anggaran Rp. 63 miliar.
  4. Penataan Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU).Dalam program ini pemerintah menggelontorkan anggaran sebesar Rp382 miliar untuk dialokasikan di 364 kelurahan. KOTAKU bertujuan untuk meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di kawasan kumuh perkotaan untuk mendukung terwujudnya permukiman perkotaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan.
  5. Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R), Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas). PAMSIMAS di 4.717 lokasi dengan anggaran Rp1,099 Triliun, dan SANIMAS di 1.028 lokasi dengan anggaran Rp391 miliar.
  6. Pembangunan Baru dan Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya. Kemudian di bidang perumahan akan dilaksanakan PKT peningkatan kualitas rumah swadaya sebanyak 166 ribu unit dengan anggaran Rp3 triliun dan pembangunan baru rumah swadaya sebanyak 10 ribu unit dengan anggaran Rp 371 miliar

Basuki menjelaskan program infrastruktur kerakyatan atau Padat Karya Tunai sangat penting bagi masyarakat berpenghasilan rendah. “Selain untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat, PKT juga bertujuan mendistribusikan dana hingga ke desa/pelosok. Pola pelaksanaan PKT nanti juga harus memperhatikan protokol physical & social distancing untuk pencegahan penyebaran Covid-19,” ungkapnya.