Mekanisme Produksi dan Perkembangan Uji Klinis Vaksin

Jakarta, Posbaru – Terkait uji klinis vaksin COVID-19, Kementrian Kesehatan (Kemenkes) lewat Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Kabadan Litbangkes), Slamet, jelaskan mekanisme produksi obat serta perkembangan uji klinis vaksin.

Yakni Sebagai Berikut :

  1. Upaya penemuan bahan/zat/senyawa yang memiliki potensi obat melalui berbagai penelitian.
  2. Bahan/zat/senyawa potensial harus melewati proses pengujian, yakni uji aktivitas zat; uji toxisitas in vitro dan in vivo di tahap pra klinik; dan uji klinik fase I,II, serta III.
  3. Pemprosesan Izin Edar
  4. Dirpoduksi dengan cara pembuatan yang baik serta dilakukannya kontrol proses pemasaran.

Menurut Slamet, banyak lembaga dunia dan dalam negeri yang bekerja keras untuk menghasilkan obat atau vaksin COVID-19. Dan sebagain dari kandidat vaksin telah memasuki tahap uji klinik akhir.

Meskipun begitu, Ia mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada Negara ataupun lembaga dunia yang sudah menemukan obat atau vaksin yang secara spesifik menanggulangi COVID-19.

Terkait dengan pembuatan vaksin COVID-19 produksi Sinovac, Slamet menyebutkan bahwa vaksin sedang dilakukan uji klinik fase 3 di site penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Kota Bandung.

Slamet juga mengingatkan masyarakat untuk melakukan saring sebelum sharing, bersikap kritis, dan mancari informasi dari sumber terpercaya.

Ia juga berharap agar khususnya Tokoh publik untuk memberikan pencerahan tentang COVID-19 kepada masayarakat dan bukan melakukan hal yang sebaliknya.

Bagikan ?

Anda Mungkin Suka