Mendagri Dorong Kepala Daerah Tegakan Protokol Kesehatan

Jakarta, Posbaru – Mendagri, Muhammad Tito Karnavian, pada Senin 30 November 2020, menyebutkan bahwa kepala daerah adalah penanggung jawab di daerahnya dalam pengendalian COVID-19 .

Ia juga mendorong keseriusan seluruh kepala daerah untuk tegas dalam menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19, apalagi per 29 November 2020 kasus positif bertambah 6.267 orang, sehingga total menjadi 534.266 orang.

Menurutnya, jumlah tersebut merupakan penambahan kasus tertinggi sejak kasus pertama di Indonesia, Ia mengatakan, angka-angka tersebut memperlihatkan bahwa pandemi di Indonesia sedang memburuk. Untuk itu dibutuhkan langkah cepat dan proaktif dari kepala daerah untuk mengatasi hal tersebut.

Tito berharap kepala daerah memberikan perhatian lebih khusus kepada masyarakat daerahnya untuk menerapkan 3M+1 yakni menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan mencegah serta menghindari kerumunan.

Yang mana hal tersebut telah teratur dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian COVID-19.

“Penanganan COVID-19 membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Saya harap kepala daerah dapat menjadi ujung tombak sosialisasi penerapan protokol kesehatan,” ujarnya.

Dirinya juga menilai, pengendalian COVID-19 adalah tantangan untuk kepala daerah karena bukan hanya berkaitan dengan masalah kesehatan saja namun juga masalah ekonomi.

Oleh sebab itu, kepala daerah didorong menjaga keseimbangan antara langkah pemulihan ekonomi dan penanganan kesehatan sebab kedua hal tersebut harus berjalan beriringan.

“Ujian kepemimpinan itu ada di saat krisis, bukan di saat normal. Coba mengeluarkan strategi bagaimana menangani kesehatan  sebaik mungkin, tapi sekaligus tidak membiarkan ekonomi menjadi mandek (berhenti), tetap bergerak,” ucap Tito.