Mudik di Tengah Pandemi Berpotensi Menjadi Pembawa Virus

Jakarta, Posbaru – Prof.KH.Nasaruddin Umar, MA. Ph.D Imam Besar Masjid Istiqlal menyebutkan bahwa mudik saat pandemi COVID-19 dapat menambah beban moral bagi orang tua yang ada di kampung halaman.

Menurutnya ini dapat terjadi karena pemudik pada masa pandemi COVID-19 berpotensi mengundang kekhawatiran bagi tetangga orang tua dirumah.

“Kalau kita mudik sekarang, kasihan (orang tua), memberikan beban moral terhadap orang tua kita. Banyak pengalaman yang kita terima dari kampung. Akhirnya orang tuanya dikucilkan gara-gara (menerima) tamunya, anaknya dari Jakarta, misalnya,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran pemudik dari kota besar seperti Jakarta akan membuat tetangga orang tua di kampung menjadi takut tertular virus COVID-19, karena aktivitas mudik sangat berpotensi membuat seseorang menjadi pembawa virus.

“Ini gara-gara tetangga kita membawa tamu dari kota. Ini kita was-was,” ucapnya.

“Jadi kita mungkin pulang kembali kota, orang tua kita masih dikucilkan tetangga. Jadi kalau kita mudik sekarang, itu sangat membebani orang tua kita di sana (di kampung),” tambahnya.

Oleh sebab itu Nasaruddin menghimbau masyarakat untuk tidak mudik dan tetap di rumah saja, Ia juga berharap agar masyarakat sabar menunggu hingga keadaan menjadi lebih baik.

“Ramadan berarti menghanguskan (sesuatu yang buruk), semoga kepergian bulan Ramadan juga menggulung habis virus corona ini. Siapa tahu ada keajaiban atas doa yang kita panjatkan,” ujar Nasaruddin.