MUI Dilibatkan Untuk Pastikan Kehalalan Vaksin COVID-19

Jakarta, Posbaru – Untuk melaksanakan penyuntikan vaksin COVID-19 baik vaksin Merah Putih maupun vaksin yang yang dilakukan dengan kerjasama negara lain, pemerintah Indonesia terus melakukan langkah-langkah persiapan.

Terkait dengan hal tersebut, Ma’ruf Amin, Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres) telah melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mulai dari perencanaan, pengadaan vaksin, kehalalan vaksin, audit di pabrik termasuk melakukan kunjungan ke fasilitas vakin di Republik Rakyat Tiongkok (RRT), dan mensosialisasikannya pada masyarakat.

Wapres menjelaskan, vaksin yang diberikan kepada masyarakat harus memiliki sertifikasi halal dari lembaga terkait yang mempunyai otoritas. “Tetapi kalau tidak halal, namun tidak ada solusi selain vaksin tersebut, maka dalam situasi darurat bisa digunakan dengan penetapan yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, perusahaan pembuat vaksin Sinopharm dari Uni Emirat Arab dan Sinovac serta CanSino dari RRT telah berkomitmen untuk memasok vaksin ke Indonesia, dimana tim inspeksi yang terdiri dari BPOM, Kemenkes, MUI, dan Bio Farma telah berkunjung ke Tiongkok untuk melihat kualitas dari fasilitas produksi dan kehalalan vaksin Sinovac dan CanSino.

Sedangkan untuk data dari vaksin Sinopharm produksi Uni Emirat Arab akan diambil dari data uji klinis negara tersebut.

Farma Honesti Basyir, Direktur Utama Bio Farma mengatakan bahwa MUI telah dilibatkan dalam proses pengujian data demi menjamin kehalalan vaksin Sinovac dan Cansino. lalu untuk vaksin Sinopharm, proses pengujian kehalalan telah dlakukan oleh badan otoritas Abu Dhabi (Uni Emirat Arab).

Anda Mungkin Suka