Pangan dan Pertanian Jadi Andalan Jabar di Masa Depan

Kota Bandung, Posbaru – Di tengah pandemi COVID-19 ini sektor yang paling terdampak perekonomiannya adalah jasa dan manufaktur, dengan penurunan 7,2 % menjadi 2,4 %, sedangkan sektor pertanian dan pangan merupakan sektor yang paling sedikit terdampak dengan presentase penurunan hanya 0,9 % dari 4,1 %.

Hal itu disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (Kang Emil), menurutnya hal tersebut mengindikasikan bahwa pertanian adalah zona ekonomi paling tangguh terhadap interupsi COVID-19, faktor lainnya dikarenakan penyakit COVID-19 mayoritas penyebarannya di perkotaan atau kawasan padat penduduk.

Kang Emil juga mentakan, Pemerintah Daerah Provinsi Jabar akan maksimalkan sektor pertanian dan ketahanan pangan, sebagai salah satu unggulan Jabar dengan memanfaatkan teknologi digital.

Kemudian, dari sisi ketahanan pangan, target jabar yakni swasembada dengan mengurangi imporsecara bertahap, lalu perdagangan antar daerah juga akan lebih dikendalikan dan tidak bergantung pada mekanisme pasar.

Menurutnya, ketahanan pangan juga berpengaruh pada inflasi yang kuncinya adalah jaminan pasokan dan mata rantai yang diperbaiki.

Ia menjelaskan, yang tidak kalah penting yakni pemasaran dan pengembangan pangan yang harus memanfaatkan digitalisasi, menurutnya, beberapa sektor di Jabar sudah memanfaatkannya dan berdampak baik bagi peningkatan hasil penjualan.

Lalu untuk pemanfaatan lahan, Jabar juga sudah memiliki aplikasi bernama Si Perut Laper (Sistem Informasi Peta Peruntukan Lahan Perkebunan) yang membantu petani terkait produk yang cocok untuk ditanam.

Kang Emil Menyebutkan bahwa lahan di Jabar masih luas namun banyak warga yang bingung untuk menanam apa, untuk itu pihaknya menyiapkan aplikasi Si Perut Laper yang membantu mengkonversi tanah dengan market atau mengkawinkan kebutuhan dengan kondisi geografis.