Pemberian Perluasan Insentif Pajak Dunia Usaha

Jakarta, Posbaru – Perluasan insentif pajak sudah diberikan pada dunia usaha melalui revisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.23/PMK.03/2020, PMK No.44/PMK.03/2020. Serta aturan baru PM 86/2020.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Pajak (Dirjen Pajak) Suryo Utomo, mengatakan, perluasan pertama adalah jumlah Klasifikasi Lapangan Usaha (KLU) yang diberikan insentif PPh Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP) yang dari 440 KLU di PMK 23/2020 menjadi 1.062 di PMK44 serta diperluas lagi jadi 1.189 KLU PMK 86/2020.

Menurutnya pemberian sektor untuk PPh Pasal 21 DTP pada saat itu dilihat dari PMK 23, hanya khusus untuk sektor manufaktur dengan 440 KLU dan Wajib Pajak (WP) KITE (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor). Lalu untuk PMK 44 berubah jadi 1.062 KLU dan WP KITE serta Kawasan Berikat.

Dan pada PMK 86 seluruh sektor hampir mendapat insentif untuk PPh Pasal 21yang sekitar 1.189 KLU untuk sektor yang diberi WP KITE serta WP Kawasan Berikat. Hal tersebut juga diterapkan untuk UMKM yang seluruh WP UMKM PPh DTP.

Sementara untuk PPh Pasal 22 Impor yang dibebaskan tadinya adalah 102 KLU manufaktur PMK 23 berubah dan bertambah menjadi 431 KLU PMK 44 serta PMK 86 yang ada 721 KLU.

Kemudian untuk PPh Pasal 25 Angsuran, sektor yang diberkan berubah dari 102 KLU PMK 23 jadi 846 KLU PMK 44 dan sekarang 1.013 KLU PMK 86 serta hampir semuanya diberkan kemudahan pembayaran angsuran PPh Pasal 25 sebanyak 30%.

Lalu untuk pengembalian pendahuluan PPN, dari 102 KLU PMK 23 mengalami penambahan jadi 431 KLU PMK 44 dan sekarang 716 KLU PMK 86.

Adapun KLU yang menjadi highlight yakni sektor Kehutanan, Perdagangan Besar dan Kecil, Jasa Profesi, Industri Air Minum, Angkutan Laut dalam Negeri, Industri Pengolahan Buah & Sayur, serta Jasa Keuangan & Koperasi.

Anda Mungkin Suka