Pemerintah Akan Segera Melaksanakan Seleksi CPNS

Jakarta, Posbaru – Instansi Pusat dan daerah telah diminta Pemerintah Republik Indonesia untuk segera melanjutkan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019.

Mengenai rencana pelaksanaan SKB Formasi tahun 2019, telah tercantum dalam surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PANRB) dan Reformasi Birokrasi tertanggal 16/07/20 yang ditujukan pada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) Pusat/Daerah, dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Kemudian untuk pelaksanaan SKB terbagi menjadi tiga jadwal, yaitu:

  1. Pelaksanaan SKB Computer Assisted Test (CAT), September hingga Oktober 2020.
  2. Instansi yang melaksanakan SKB tambahan selain CAT, maka waktu dan teknis diatur masing-masing instansi yang sudah memiliki persetujuan serta dilaksanakan dalam kurun waktu September hingga Oktober 2020.
  3. Pengelohan dan pengumuman hasil seleksi, akhir Oktober 2020.

Menurut Menteri PANRB, Tjahjo menyebutkan, seluruh pelaksanaan SKB wajib memperhatikan pedoman pencegahan penyebaran COVID-19 yang ditetapkan pemerintah pusat maupun daerah. Pedoman yang wajib diikuti terdapat dalam Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/382/2020.

Meskipun begitu, jadwal pelaksanaan SKB dapat dilakukan penyesuaian hinga penundaana apabila terdapat perubahan kebijakan pemerintah terkait dengan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona.

Kemudian terdapat enam hal yang harus segera dilaksanakan oleh kementrian, lembaga, dan pemerintah daerah terkait dengan SKB, yakni:

  1. Persiapan teknis SKB CAT dan rencana penjadwalan dengan BKN merupakan langkah pertama yang harus dilakukan serta penetapan lokasi tes peserta yang meminimalisir pergerakan menjadi prioritas.
  2. Dilakukannya persiapan teknis SKB selain CAT bagi instansi yang memiliki surat persetujuan pada seleksi CPNS.
  3. Instansi yang melakukan SKB tambahan harus menyederhanakan atau menyesuaikan tes atau materi SKB yang berpotensi menyimpang dari pedoman kesehatan. Lalu untuk tes wawancara dapat dilakukan secara daring, adapun penyesuaian dilakukan dengan memenuhi syarat dalam pengujian kualitas, kapabilitas, kompetensi, dan profesionalisme CPNS.
  4. Anggaran yang diperuntukan dua kegiatan,yaitu anggaran persiapan, pelaksanaan, pengolahan, pengumuman hasil seleksi, dan anggaran yang memastikan kegoatan sesuai degan pedoman kesehatan.
  5. Dilakukannya koordinasi dengan Gugus Tugas daerah, Polda, Polres, dan Dinas Kesehatan di tempat yang menjadi lokasi pelaksanaan tes SKB.
  6. Mengumumkan pada peserta sedini mungkin terkait pelaksanaan SKB untuk selalu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta mempersiapkan diri untuk mengikuti SKB sesuai jadwal. Kemudian selain itu, harus diumumkan agar selalu memperhatikan dan mematuhi pedoman terkait kriteria dan persyaratan perjalanan yang ditetapkan. Adapun bagi peserta yang bersuhu tubuh ≥37,3⁰C dapat mengikuti SKB yang ditangani oleh petugas khusus di ruang seleksi khusus.

Adapun seleksi CPNS yang dilaksanakan teriri dari tiga tahapan, yaotu, administrasi, SKD, dan SKB, dengan pembobotan nilai SKD 40 % dan SKB 60%. Dalam hal ini pemerintah terus berupaya untuk menegakan objektivitas dan keadilan bagi seluruh peserta CPNS.

Anda Mungkin Suka