Pemerintah Berikan Penambahan Modal Kerja UMKM

Jakarta, Posbaru – Penambahan modal kerja baru melalui Program Pemulihan Ekonomi (PEN), Pemerintah berharap dapat bangkitkan perekonomian nasional.

Hal itu disampaikan Sri Mulyani, Menteri Keuangan pada acara Peluncuran Penjaminan Kredit Modal Kerja UMKM dalam rangka pemulihan ekonomi nasional, Selasa (7/7/20).

Ia mengatakan pemulihan ekonomi dilakukan untuk melakukan perlindungan dan pemulihan ekonomi dampak negatif dari COVID-19. Dalam hal ini pemerintah juga berharap agar anggaran tersebut bisa berputar dan dinikmati oleh UMKM.

Kemudian, Skema penjaminan kredit modal kerja UMKM juga sudah diatur melalui PMK 71/2020, dan ditindaklanjuti penugasan PT Jamkrindo serta PT Askrindo sebagai penjamin.

Selain itu pemerintah juga memberikan dukungan melalui pembayaran Imbal Jasa Penjaminan (IJP), Loss limit, dan Penanaman Modal Negara (PMN) pada PT Jamkrindo dan PT Askrindo dengan besaran Rp6 triliun.

Nantinya UMKM yang melakukan restructuring mendapat keringanan dengan tidak membayarkan pinjaman pokoknya selama 6 bulan, dan semakin kecil pinjamannya akan mendapatkan subsidi bunga oleh pemerintah dan semakin besar subsidi bunga yang diterima.

Namun jika sebaliknya, pinjaman mendekati Rp10 miliar, subsidi bunga yang didapat akan lebih kecil, yakni 2 sampai 3 persen. Bukan hanya itu UMKM dimungkinkan mendapat kredit modal kerja baru yang dijamin dan pajaknyapun akan ditanggung pemerintah.

Sri Mulyani mengatakan, hal tersebut adalah menu komplet dari pemerintah untuk membangkitkan UMKM, agar bisa beraktivitas kembali, produktif dan aman COVID-19.

Bukan hanya lebih dari 60 juta pelaku UMKM yang ada dibawah lembaga perbankan yang terbantu, pemerintah juga tidak melupakan UMKM yang ada dibawah lembaga pembiayaan.

Menurut Sri, pihaknya juga memberikan UMKM yang ada di pegadaian, PMN Mekar atau yang ada di ultra mikro, koperasi, dan bank wakaf.