Pemerintah Tegaskan Keseriusan Dalam Ketahanan Pangan

Jakarta, Posbaru – Jokowi tegaskan keseriusan pemerintah dalam memprioritaskan sektor ketahanan pangan dengan alokasi anggaran Rp104,2 triliun.

Ia juga menyampaikan tiga program utama agar menapai ketahanan pangan yakni, pertama mendorong produksi komoditas pangan dengan membangun sarana dan prasarana dan penggunaan teknologi.

Kedua, merevitalisasi sistem pangan nasional dengan memperkuat korporasi petani, nelayan, dan distribusi pangan. Ketiga, pengembangan food estate untuk tingkatkan produktivitas pangan.

Hal ini bukan tanpa dasar, sebab menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Produk Domestik Bruto (PDB) pada sektor pertanian adalah penyumbang tinggi pertumbuhan ekonomi nasional di triwulan II 2020.

Pada kuartal II 2020 (q to q) PDB pertanian tumbuh 16,24% bahkan dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019 (yoy), sektor pertanian masih berkontribusi positif yaitu tumbuh 2,19%, dan pada kuartal kedua di tahun ini hanya sektor pertanian yang masih tumbuh positif sedangkan sektor lain tumbuh lesu.

Agung Hendriardi, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementrian Pertanian (Kementan) mengatakan, hal ini terjadi disebabkan kebutuhan dasar manusia untuk bertahan hidup, apalagi para ahli sedang gencar mengingatkan pemenuhan nutrisi agar imun tubuh meningkat.

”Kita bisa menahan untuk tidak beli ini dan itu, tapi tidak bisa jika tidak makan. Artinya bahwa pasar dari sektor pertanian masih akan tetap tumbuh positif. Dari 11 komoditas pangan pokok, kita masih aman dalam sisi produksi dan cadangan pangan hingga pertengahan tahun depan. Kita tidak tahu kapan (pandemi) berakhir, makanya koordinasi dengan berbagai pihak terkait terus kita kerjakan dalam pemenuhan kebutuhan pangan secara lebih mandiri,” ujarnya.

Dilansir dari Kemenkeu.go.id, salah satu cara untuk mencapai ketahanan pangan adalah penambahan luas lahan tanam, dalam hal ini pembangunan food estate menjadi perbincangan hangat. Sebidang tanah di Kalimantan Tengah dengan luas 600 ribu hektare telah siap digarap secara bertahap, dan pada periode 2020-2021 tanah seluas 30 hektare menjadi target pertama yang akan digarap yang nantinya akan menambah pasokan 7,46 juta hektare lahan baku sawah.

Anda Mungkin Suka