Pemerintah Tidak Main-Main Soal Akuntabilitas

Jakarta, Posbaru – Saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengatakan aspek pencegahan harus dikedepankan dan semua pihak harus proaktif dalam mengingatkan potensi terjadinya masalah.

Menurutnya saat ini dunia sedang menghadapi konsidi sulit karena sebanyak 215 negara harus selamatkan wagranya dari ancaman virus COVID-19, sekaligus menyelamatkan diri dari tekanan ekonomi yang dahsyat.

 “Semua itu membutuhkan respons pemerintah yang cepat dan juga tepat. Di bidang kesehatan kita harus mengendalikan Covid agar tidak menyebar lebih luas. Yang sehat jangan tertular dan yang sakit kita rawat sampai sembuh. Di bidang sosial ekonomi kita juga harus menjamin warga yang kurang mampu, warga yang terdampak Covid untuk mendapatkan perlindungan dan bantuan sosial. Kita juga harus memastikan sektor informal, sektor UMKM terus harus mampu bertahan dan para pelaku usaha bisa tetap bergerak dan PHK massal harus kita hindari,” ujar Jokowi.

Jokowi juga menjelaskan bahwa semua langkah pemerintah yang cepat dan tepat harus akuntabel. Selain itu Ia juga mengingatkan bahwa pemerintah telah alokasikan dana sebesar Rp.677,2 triliun yang harus dikelola dengan baik untuk percepatan penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

Agar dana yang sangat besar itu dapat membantu masyarakat dan para pelaku usaha Jokowi mengajak semua pihak yang hadir di Rakornas, untuk mengawal dan mengawasi dengan baik dana tersebut. Jokowi juga meminta agar pengawas dan penegak hukum mengedepankan aspek pencegahan.

Ia juga menegaskan, Pemerintah tidak main-main dalam soal akuntabilitas, Pencegahan harus diutamakan, tata kelola yang baik harus didahulukan. Tetapi kalau ada yang masih membandel, kalau ada niat untuk korupsi, ada mens rea, maka silakan bapak ibu digigit dengan keras. Uang negara harus diselamatkan, kepercayaan rakyat harus terus kita jaga,” ucapnya.