Pemprov Jabar Mulai Salurkan Bansos Ke 10 Daerah Berstatus PSBB

Kota Bandung, Posbaru.com – Pemerintah Provinsi Daerah Jawa Barat melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan sudah mulai menyalurkan bantuan sosial (Bansos) senilai Rp.500 ribu bagi masyarakat yang terdampak Corona Virus Disease 19 (Covid-19) selama menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, M. Arifin Soendjayana mengatakan, dalam penyaluran Bansos ini pihaknya telah melakukan kerjasama dengan Perum Bulog dan para pedagang pasar.

“Untuk bantuan non tunai sebesar Rp.350, Pa Gubernur memerintahkan kepada kami kerjasama dengan Bulog dan Bulog dalam pengadaannya kerjasama dengan para pedagang pasar melalui Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia provinsi Jabar,” ucapnya

Arifin menyatakan, Bansos dari Provinsi Jawa Barat dengan nilai total Rp500 ribu, masing-masing Rp350 ribu non tunai dan Rp.150 ribu tunai ini sudah mulai dikirim ke 10 kota dan kabupaten di Jawa Barat yang menerapkan PSBB.

“Kita berharap Basos dari Provinsi Jabar ini bisa membantu masyarakat terdampak Covid-19,” kata Arifin, di Kantor Pos Kota Cimahi, dalam keterangan resminya, Senin. (@0//04/2020)

Arifin juga mengatakan, sesuai himbuan dari pemerintah pusat untuk melaksanakan sosial distancing dan penerapan PSBB, pihaknya juga menghimbau kepada pasar-pasar tradisional untuk melakukan transaksi atau jual beli secara online.

“Dengan cara tersebut roda perekonomian tetap berjalan dengan baik meski ada pembatasan.akibat  Covid-19,” ujarnya.

Berikut Aktivitas yang dilarang dan yangdiperbolehkan dalam status PSBB :

Aktifitas Yang Dilarang :

  1. Kegiatan belajar mengajar di sekolah dan universitas.
  2. Kegiatan peribadatan di rumah ibadah.
  3. Menutup seluruh fasilitas umum
  4. Pusat perbelanjaan, tempat hiburan milik pemerintah maupun umum, taman, balai pertemuan, ruang RPTRA, gedung olah raga dan museum.
  5. Kegiatan sosial budaya.
  6. Resepsi pernikahan dan pesta khitanan.
  7. Berkerumun di luar ruangan maksimal 5 orang.
  8. Kapasitas penumpang di kendaraan umum maupun pribadi maksimal 50 persen.
  9. Makan di restoran atau tempat makan umumnya. Hanya boleh untuk take away atau dibawa pulang.

Kegiatan Yang Diperbolehkan :

  1. Sektor kesehatan.
  2. Sektor pangan, makanan dan minuman.
  3. Sektor energi , seperti air , listrik gas , pompa bensin, itu semua berfungsi seperti biasa.
  4. Sektor komunikasi, baik jasa komunikasi sampai media komunikasi itu bisa berjalan.
  5. Sektor keuangan dan perbankan, termasuk pasar modal itu semuanya berjalan seperti biasa.
  6. Kegiatan logistik distribusi barang itu berjalan seperti biasa jadi ini dikecualikan.
  7. Kebutuhan keseharian, retail, seperti warung, toko kelontong yang memberikan kebutuhan warga itu dikecualikan.
  8. Sektor industri strategis yang ada di Kabupaten Bandung
  9. Delivery barang.