Pendekatan keagamaan Lebih Dipatuhi Oleh Masyarakat

Jakarta, Posbaru – Zona Hijau dan Zona Kuning dapat kembali melakukan aktivitas, salah taunya di tempat Ibadah, dalam hal ini Pemerintah Republik Indonesia menghimbau para jemaah untuk beradaptasi kebiasaan barudi tengah pandemi.

Untuk mendapatkan masukan mengenai kesiapan organisasi keagamaan dalam memasuki masa adaptasi kebiasaan baru, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni monardo, bertemu dengan perwakilan dari organisasi keagamaan Indonesia, pada Selasa (16/06/20).

Doni berharap agar ketua organisasi keagamaan ikut berperan serta untuk memutus penyebaran COVID-19, karena menurutnya pendekatan keagamaan lebih dipatuhi oleh masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Para Perwakilan dari organisasi keagamaan, salah satunya perwakilan dari Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Romo Heri Wibowo, mengatakan bahwa semangat yang diusung adalah disiplin pedoman kesehatan.

Selain itu, KWI juga masih mempersiapkan secara teliti dan ketat dalam penyelenggaraan ibadah di gereja. Sedangkan perwakilan dari Walubi, Sannano menyebutkan bahwa pihaknya masih belum melakukan kegiatan apapun hingga saat ini, menurutnya Kebaktian masih dilaksanakan secara daring. Hal serupa juga diterapkan oleh Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia, Persatuan Umat Budha Indonesia dan organisasi keagamaan lainnya.

Kemudian Perwakilan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Wisnu BT, menerangkan bahwa tingkat disiplin masyarakat perlu mendapatkan perhatian, perlu sosialisasi menggunakan bahasa yang sederhana dan yang menyampaikan bukan hanya tokoh agama namun semua pihak yang terlibat.

Lalu bagi Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Pendeta Jacky mengatakan bahwa sejak awal PGI sudah mengemas narasi besar dimana prinsip gereja hadir untuk merawat kehidupan, sehingga segala risiko COVID-19 harus dihindari jemaatnya.