Pengertian Musik Tradisional, Ciri-Ciri, dan Fungsinya

Posbaru – Secara umum, pengertian musik tradisional adalah musik yang hidup dan berkembang di masyarakat suatu daerah secara turun temurun.

Dengan kata lain, musik tradisional sangat erat kaitannya dengan kebudayaan masyarakat pada suatu daerah karena berasal dari tradisi yang diturunkan dari generasi ke generasi, sehingga menjadi sebuah identitas budaya suatu daerah.

Secara bahasa, musik diambil dari Kata Mousike yang juga diambil dari nama dewa Yunani kuno pemimpin seni dan ilmu bernama Mousa. Sementara Tradisional berasal dari kata Traditio yang berarti turun temurun.

Sedangkan menurut para ahli salah satunya Sedyawati (1992:23) pengertian musik tradisional adalah musik yang digunakan sebagai perwujudan dan nilai budaya yang sesuai dengan tradisi.

Ciri-Ciri Musik Tradisional

Terdapat beberapa ciri musik tradisional yang bisa dengan mudah kalian pahami, yaitu:

1. Tidak Mempunyai Notasi

Pembelajaran musik tradisional yang dilakukan secara lisan membuat partitur (naskah musik) dianggap tidak begitu penting sehingga musik tradisional di tiap daerah tidak memiliki partitur notasi tertentu.

2. Dipelajari Secara Lisan

Karena sifatnya yang diwariskan dari generasi ke generasi (turun-temurun) maka biasanya proses pewarisan tersebut dilakukan secara lisan.

3. Pemain Tidak Ter-Spesialisasi

Pemain musik tradisional biasanya belajar untuk bisa memainkan semua instrumen yang ada, dari mulai yang paling mudah hingga tersulit.

4. Informal

Umumnya, musik tradisional bersifat informal artinya digunakan sebagai suatu bentuk ekspresi masyarakat sehingga keberadaan musik ini banyak digunakan dalam kegiatan rakyat yang bersifat sederhana.

Namun, ketika dimainkan di lingkungan pemerintahan maka keberadaannya menjadi lebih formal.

5. Berbahasa Daerah

Musik tradisional syairnya menggunakan bahasa daerah, bahkan alunan melodi dan irama dalam musik ini menunjukan ciri khas daerahnya masing-masing.

6. Bagian dari Budaya Masyarakat

Musik ini adalah bentuk kebudayaan yang berkembang dalam kehidupan masyarakat sehingga ciri kebudayaan masyarakat pasti melekat di dalamnya.

7. Banyak Melibatkan Alat Musik Daerah

Hal ini tentu sudah pasti sebab musik tradisional haruslah dibawakan dengan alat musik tradisional dari daerahnya masing-masing.

Baca Juga: Daftar Alat Musik Tradisional Sunda

Fungsi Musik Tradisional

Berikut merupakan fungsi dari musik tradisional bagi masyarakat di negara Indonesia:

1. Ritual (Upacara Kebudayaan)

Beberapa musik tradisional biasanya digunakan dalam upacara tertentu seperti perkawinan, kelahiran hingga keagamaan. Bahkan beberapa daerah di Indonesia mempercayai bahwa musik tradisional tertentu memiliki kekuatan magis.

2. Ekspresi Diri

Pencipta lagu maupun pemain musik menggunakan musik tradisional sebagai media untuk mengekspresikan diri mereka, seperti mengungkapkan perasaan, pikiran, cita-cita, hingga ketuhanan.

3. Hiburan

Musik tradisional juga merupakan salah satu media untuk menghilangkan jenuh akbiat rutinitas sehari-hari atau sarana rekreasi seperti pesta rakyat.

4. Pengiring Tari

Beberapa musik tradisional di ciptakan untuk mengiringi tarian daerah sehingga musik tersebut hanya bisa digunakan untuk mengiringi tarian di daerahnya masing-masing.

5. Sarana Komunikasi

Pada beberapa daerah di Indonesia bunyi tertentu mempunyai arti bagi kelompok masyarakatnya, biasanya bunyi tersebut memiliki pola ritme yang menjadi tanda bagi kelompok masyarakat tersebut atas suatu kegiatan atau peristiwa.

6. Ekonomi

Dalam aspek ekonomi, musik tradisional berfungsi sebagai sumber penghasilan senimannya yang umumnya dijual dalam bentuk CD atau Audio Digital hingga konser (pagelaran).

Demikianlah pengertian musik tradisional beserta ciri serta fungsinya yang kami rangkum dari berbagai sumber di internet, semoga bermanfaat!.