Pengertian Pantun : Ciri, Jenis, dan Contoh

Posbaru – Halo Kawan, dalam artikel ini kita akan membahas Pantun, mulai dari pengertian, Ciri-ciri, Jenis-Jenis, dan contohnya. Berikut Penjelasan-nya.

Pengertian Pantun

Pantun adalah salah satu jenis puisi lama yang terkenal di Nusantara, dimana dalam setiap baitnya terdiri atas empat baris serta mempunyai sampiran dan isi.

Menurut buku “Pintar Pantun dan Peribahasa” (2015) karya Mutia Dwi Pangesti dan Desi Permatasari. Pantun berasal dari bahasa Minangkabau yakni patuntun yang mempunyai arti Penuntun.

Ciri-Ciri Pantun

1. Setiap Bait terdiri dari empat baris
2. Setiap Baris terdiri dari 8-12 suku kata
3. Setiap Baris terdiri dari 4-6 kata
4. Mempunyai Sampiran dan Isi
5. Baris pertama dan ke-dua adalah Sampiran
6. Baris ke-tiga dan ke-empat adalah Isi.
5. Berima a-b-a-b

Baca Juga : Syair : Pengertian, Jenis, Ciri, dan Unsur

Jenis-Jenis Pantun

1. Pantun Agama
Mengandung isi tentang manusia dengan pencipta-nya dan bertujuan memberikan pesan moral dan didikan kepada pendengar atau pembaca dengan memegang nilai-nilai dan prinsip Agama.

2. Pantun Anak
Berkaitan dengan sebuah kehidupan di masa kanak-kanak dimana pantun jenis ini bisa menggambarkan sebuah makna kegembiraan maupun kesedihan.

3. Pantun Jenaka
Mengandung isi yang menarik dan lucu dengan tujuan memberikan hiburan kepada pendengar atau pembaca. Selain itu Jenis pantun ini kadang juga digunakan untuk menyampaikan sindiran akan suatu kondisi namun dengan cara yang ringan dan lucu.

4. Pantun Nasihat
Jenis pantun ini sengaja dibuat untuk memberi anjuran kepada pendengar  atau pembaca dimana isinya kebanyakan menyampaikan pesan moral dan didikan.

5. Pantun Orang Muda
Berisi hal yang berkaitan dengan kehidupan masa muda dan biasanya bertemakan hubungan asmara, perasaan, nasib dan lainnya.

6. Pantun Orang Tua
Jenis pantun ini mengandung hal yang berkaitan dengan orang tua dan biasanya tentang budaya, adat, Agama, Nasihat, dan lainnya.

7. Pantun Teka-Teki
Pentun jenis ini mempunyai ciri khas pada bagian isinya, yang mana diakhiri dengan pertanyaan larik terakhir, pantun ini dibuat bertujuan untuk menghibur dan mengakrabkan kebersamaan.

8. Pantun Kiasan
mengandung isi tentang sebuah kiasan dan bertujuan untuk menyampaikan sebuah hal secara tersirat.

9. Pantun Berkasih-Kasihan
Berisi hal yang berkaitan dengan cinta dan kasih sayang dimana pantun jenis ini sangat populer di kalangan anak muda yang mana mereka menggunakannya untuk menyampaikan perasaan kepada kekasih maupun orang yang disukai.

Baca Juga : Pengertian Syair, Ciri, Contoh, Macam, dan Unsurnya

Contoh Pantun

Orang Sasak pergi ke Bali,
membawa pelita semuanya.
Berbisik pekak dengan tuli,
tertawa si buta melihatnya.

Limau purut di tepi rawa,
buah dilanting belum masak.
Sakit perut sebab tertawa,
melihat kucing duduk berbedak.

Itu dia pembahasan pantun dari mulai pengertian hingga contohnya, semoga bermanfaat !.