Pengertian Proposal, Tujuan, Jenis, dan Struktur

Posbaru, Pengertian Proposal – Secara umum, proposal adalah bentuk pengajuan, penawaran, permohonan berupa ide, gagasan, pemikiran (rencana) kepada pihak lain untuk mendapat dukungan bersifat izin, dana, dan lain sebagainya.

Proposal biasanya disusun sebelum sebuah kegiatan dilaksanakan dan harus bersifat menarik serta meyakinkan dengan tujuan pihak yang membaca dapat tertarik dengan tujuan yang diajukan dalam proposal.

Proposal sendiri berasal dari bahasa Inggris yakni “To Propose” yang berarti “Mengajukan”, jadi singkatnya pengertian proposal adalah bentuk pengajuan kepada pihak lain terkait sebuah rencana yang akan dilakukan baik itu program, kegiatan, maupun sebuah usaha.

Baca Juga: Contoh Daftar Riwayat Hidup (CV)

Tujuan Proposal

Mempunyai tujuan untuk menyampaikan rencana secara rinci sehingga mendapatkan dukungan saja atau dukungan dana serta izin. Perlu diketahui bahwa setiap proposal memiliki tujuan berbeda tergantung jenisnya.

Jenis-Jenis Proposal

Proposal terbagi menjadi 2 jenis yakni berdasarkan tujuan dan berdasarkan formatnya.

A. Berdasarkan Tujuan

Terdapat 4 jenis proposal berdasarkan tujuannya yakni:

  1. Proposal Penelitian: digunakan bidang akademisi dan umumnya diajukan sebagai kegiatan penelitian. Contohnya proposal penelitian untuk skripsi, tesis, dan lain semacamnya.
  2. Proposal Bisnis: berhubungan dengan bisnis baik perorangan maupun kelompok. Contohnya adalah proposal mendirikan perusahaan, kerjasama, dan lain semacamnya.
  3. Proposal Proyek: berisi rangkaian rencana kegiatan pembangunan rinci dan biasanya digunakan dalam dunia bisnis.
  4. Proposal Kegiatan: berisi rencana kegiatan suatu individu maupun kelompok, contohnya proposal konser musik, pentas seni, dan lainnya.

B. Berdasarkan Format

Secara umum, terdapat 3 jenis proposal berdasarkan formatnya yakni:

  1. Format Non-Formal: yakni proposal yang tidak resmi dan baku sehingga biasanya penyampaian berbentuk memorandum atau surat.
  2. Format Formal: proposal resmi dan baku yang memiliki tiga bagian utama yakni pendahuluan, isi, dan data pelengkap.
  3. Format Semi Formal: tidak mempunyai struktur lengkap seperti non-formal namun masih menggunakan bentuk baku.

Struktur Proposal

Umumnya proposal terdiri dari latar belakang, rumusan masalah, tujuan, manfaat, ruang lingkup, dan isi. Namun setiap jenis proposal memiliki struktur yang berbeda.

A. Proposal Bisnis

  1. Judul Bisnis, berisi bisnis yang akan dilaksanakan.
  2. Latar Belakang, penjelasan tentang “mengapa bisnis ini dipilih”.
  3. Deskripsi Produk, berisi penjelasan detail (rinci) terkait produk yang akan dipasarkan.
  4. Deskripsi Bisnis, bagian berisi penjelasan singkat tentang bisnis yang akan dilaksanakan, visi, misi, rencana kerja sama, nama, jenis, dan rancangan bisnis.
  5. Proses Produksi, bagian yang menjelaskan proses produksi dari awal mula berupa bahan baku hingga menjadi sebuah produk yang biasanya dijelaskan menggunakan skema flowchart, diagram alir, dan dokumentasi foto.
  6. Manajemen Usaha, bagian yang berisi struktur organisasi, wewenang, dan penjelasan tentang kemampuan mengolah atau menjalankan sebuah usaha.
  7. Pemasaran, berisi penjelasan potensi dan peluang pasar, segmentasi pasar, target konsumen, serta strategi pemasaran.
  8. Deskripsi Finansial, bagian ini berisi penjelasan tentang besaran modal, sumber dan penggunaan modal, laporan keuangan, serta analisis titik impas (break even point) suatu usaha.
  9. Penutup, bagian yang berisi pernyataan persuasif yang meyakinkan pihak penerima proposal berupa mitra kerja atau sponsor.

B. Proposal Kegiatan

  1. Nama Kegiatan, berisi judul atau nama kegiatan yang rinci untuk meyakinkan dan menghindari kesalahpahaman.
  2. Pendahuluan, penjelasan atau alasan, kenapa kegiatan tersebut harus dilakukan.
  3. Tujuan, berisi tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut.
  4. Sasaran Kegiatan, berisi informasi terkait sasaran atau kelompok masyarakat mana yang dituju dalam kegiatan tersebut.
  5. Waktu dan Tempat, bagian yang berisi jadwal dan tempat dilaksanakannya kegiatan tersebut yang dijelaskan secara rinci mulai dari hari, tanggal, bulan, rentang jam, hingga tahun.
  6. Susunan Acara, menjelaskan apa saja susunan acara dalam kegiatan tersebut.
  7. Kepanitiaan, berisi penjelasan detail susunan kepanitiaan dalam kegiatan tersebut, dari mulai tugas hingga jabatannya.
  8. Anggaran Dana, berisi kalkulasi dana yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut.
  9. Penutup, bagian yang berisi pernyataan persuasif yang meyakinkan pihak penerima proposal berupa mitra kerja atau sponsor.

C. Proposal Proyek

  1. Judul Proyek, menjelaskan tentang judul proyek, nama perusahaan klien dan detail lain untuk menggambarkan keseluruhan isi proposal.
  2. Disclaimer (Larangan), berisi larangan atau kerahasiaan isi proposal, sebab biasanya proposal proyek bersifat rahasia.
  3. Detail Publikasi, berisi tujuan dibuatnya proposal, riwayat perubahan dokumen, bukti resmi, dan sasaran audiens.
  4. Pendahuluan, gamabaran dan latar belakang tentang proyek yang dibahas serta pengalaman terkait proyek sejenis.
  5. Tinjauan Kebutuhan, menjelaskan tentang keperluan dan kebutuhan yang nantinya menjadi bagian dari pelaksanaan proyek contohnya alat, bahan, pekerja, dan lainnya.
  6. Solusi (Hasil), berisi penjelasan solusi dan detail solusi secara teknis dan rinci.
  7. Uraian Pekerjaan (Statement of Work), menjelaskan pekerjaan-pekerjaan yang akan dilaksanakan sesuai solusi yang diajukan. Seperti sasaran dan tujuan pekerjaan, fase, dan lain sebagainya.
  8. Rencana Pelaksanaan, menjelaskan dengan rinci pelaksanaan pekerjaan mulai dari skenario hingga tim dan logistik proyek yang diajukan.
  9. Investasi, membahas estimasi biaya yang dibutuhkan meliputi biaya rekapitulasi pekerjaan, syarat dan kondisi pelunasan, dan kriteria penyelesaian proyek.
  10. Penutup, bagian yang berisi pernyataan persuasif yang meyakinkan pihak penerima proposal berupa mitra kerja atau sponsor.

D. Proposal Penelitian

  1. Judul, berisi gambaran singkat dan metode yang digunakan dalam penelitian.
  2. Latar Belakang, menjelaskan “kenapa penelitian ini harus dilakukan”.
  3. Rumusan Masalah, bagian ini menyebutkan permasalahan yang menjadi topik pembahasan.
  4. Batasan Masalah, berisi hal yang berfungsi membatasi ruang lingkup penelitian seperti wilayah penelitian hingga sumbernya dengan tujuan agar penelitian tidak melebar ke aspek lain.
  5. Tujuan Penelitian, penjelasan tujuan penelitian yang bisa dirumuskan dengan rasional dan persuasif.
  6. Manfaat Penelitian, menjelaskan manfaat yang diperoleh jika penelitian dilaksanakan.
  7. Landasan Teori, berisi penjelasan teori yang menjadi landasan penelitian dengan menyertakan hasil penelitian sebelumnya yang masih berkaitan dengan rumusan masalah.
  8. Metode Penelitian, menjelaskan metode yang digunakan dalam penelitian meliputi pengambilan data, penyelesaian rumusan masalah, dan pengolahan data.
  9. Kerangka Penulisan Laporan, gambaran poin-poin yang akan dibahas dalam penelitian.
  10. Daftar Pusaka, berisi sumber referensi yang digunakan dalam penelitian.

Demikianlah artikel tentang pengertian proposal mulai dari pengertian proposal, jenis, fungsi, hingga strukturnya. Semoga bermanfaat!.