Pengertian Teks Cerita Inspiratif, Struktur, Hingga Ciri-Cirinya

Posbaru – Halo kawan dalam artikel ini kami akan membahas tentang teks cerita inspiratif atau inspirasi mulai dari pengertian, struktur, ciri-ciri, hingga kaidah kebahasaan. Berikut pembahasannya.

Pengertian Teks Cerita Inspiratif

Secara umum, Teks cerita inspiratif adalah bahan tertulis yang digunakan sebagai media media untuk mendapatkan ilham, ide, gagasan yang bisa menambah semangat dalam mencapai tujuan, dengan tujuan menambah serta menggugah motivasi, semangat dan rasa percaya diri untuk menghadapi setiap tantangan yang akan dihadapi dalam mencapai tujuan yang diharapkan.

Baca Juga: Pengertian Teks Eksposisi Ciri, Unsur, Jenis, dan Struktur

Struktur Teks Cerita Inspirasi

A. Orientasi
Berisi pengenalan tokoh atau gambaran situasi. Pengenalan dapat berupa tempat lahir, budaya, kondisi sosial atau

masa kecil tokoh yang menjadi sorotan.

B. Rangkaian Peristiwa
Berisi cerita secara kronologis tentang apa saja yang dialami oleh tokoh dimana peristiwa yang akan diceritakan sebisa mungkin berkaitan dengan amanat dalam cerita inspiratif.

C. Komplikasi
Terdapat permasalahan dalam peristiwa yang diceritakan dimana masalah tersebut menjadi konflik batin tokoh dalam teks ini, masalah tersebut nantinya membuat cerita menjadi hal yang membuat pembaca termotivasi.

D. Resolusi
Berisi tahap tokoh menetapkan jalan untuk menghadapi masalahnya. Dalam tahap ini dikemukakan tentang perjuangan yang dilakukan tokoh untuk menghadapi masalah.

E. Koda
Bagian akhir yang biasanya berisi narasi tentang keadaan tokoh atau situasi setelah terjadi resolusi, umumnya penulis akan menyampaikan pesan (amanat) pada bagian ini.

Ciri Teks Cerita Inspiratif

1. Bentuk narasi bertujuan untuk memberi inspirasi positif kepada pembaca.
2. Berdasarkan kenyataan.
3. Mempunyai data yang akurat.
4. Bersifat Objektif.
5. Memberi kesan yang mendalam.

Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Inspiratif

1. Menggunakan Kata Keterangan
Sebuah teks cerita inspiratif mengandung banyak kata keterangan yang menjelaskan kegiatan yang berlangsung. Biasanya menggunakan kata keterangan cara, waktu, tempat, dan tujuan.

2. Kata Penghubung (Konjungsi)
Teks ini akan lebih menarik jika menggunakan kata penghubung, biasanya kata penghubung yang digunakan adalah konjungsi pertentangan, konsekuensi, dan akibat.

3. Kalimat Majemuk
Kalimat ini terdiri dari kalimat majemuk setara yakni kalimat majemuk yang struktur kalimat di dalamnya paling sedikit dua kalimat dasar yang masing-masing bisa berdiri sendiri sebagai kalimat tunggal, dan kalimat majemuk bertingkat yakni kalimat yang mengandung satu kalimat dasar yang utama dimana satu atau beberapa kalimat dasar berfungsi sebagai pengisi salah satu unsur kalimat utama.

4. Fakta
Teks ini harus menggunakan kalimat fakta dimana hal ini dapat membuat teks menjadi berharga dan pembaca tidak akan merasa tertipu sebab cerita berdasarkan kenyataan yang benar-benar terjadi.