Pengertian Teks Pidato, Struktur, Metode, Hingga Contohnya

Posbaru – Halo Kawan, dalam artikel ini kita akan membahas teks pidato mulai dari pengertian, struktur, ciri-ciri, tujuan, metode, hingga contoh pidato. Berikut pembahasannya.

Pengertian Teks Pidato

Secara umum, pengertian teks pidato adalah sebuah teks berisi gagasan, pendapat, maupun pengetahuan terhadap suatu hal yang akan disampaikan kepada banyak orang atau di depan umum.

Sesorang yang menyampaikan pidato atau berpidato disebut dengan “orator”, harus bisa menyampaikan pikirannya dalam sebuah kalimat yang dapat dipahami oleh banyak orang.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pidato adalah pengungkapan pikiran dalam bentuk kata-kata yang ditujukan kepada banyak orang.

Struktur Teks Pidato

1. Salam Pembuka, bagian pembukaan pidato contohnya selamat pagi, salam sejahtera, dan Assalamu’alaikum warahmatulahi wabarakatuh.

2. Ucapan Penghormatan, diberikan kepada orang yang dihormati dalam acara tersebut contohnya jika pada acara sekolah adalah guru, kepala sekolah, dan wali (orang tua).

3. Ucapan Syukur, berisi ucapan rasa syukur karena bisa menyampaikan pidato dan berkumpul dengan hadirin dalam acara.

4. Isi, berisi gagasan, informasi, ide, dan lainnya yang disampaikan orator kepada para hadirin dalam acara.

5. Penutup, berisi kesimpulan isi pidato yang selanjutnya ditutup dengan salam penutup.

Ciri-Ciri Teks Pidato

  • Memiliki tujuan jelas.
  • Mengandung kebenaran atau fakta.
  • Penyampaiannya jelas dan efektif.
  • Menggunakan kalimat aktif.
  • Menggunakan kosakata yang emotif.
  • Terdapat informasi yang disampaikan dengan jelas dan padat.

Tujuan Teks Pidato

1. Mempermudah seseorang menyampaikan sebuah ide, gagasan, dan informasi kepada banyak orang.
2. Memberikan sebuah pemahaman maupun informasi kepada banyak orang.
3. Membatasi penyampaian informasi agar lebih padat dan fokus sehingga dapat menghindari pemaparan yang berantakan.

Metode Pidato

Ada 4 metode dalam pidato atau berpidato diantaranya adalah.

A. Impromptu

Adalah metode spontanitas berdasarkan kebutuhan sesaat (darurat) tanpa adanya persiapan yang matang, yang mana metode ini di dasarkan atas kemahiran seorang orator.

B. Memoriter

Merupakan metode penghafal atau metode yang telah disiapkan sebelumnya dengan cara dihafalkan oleh orator sebelum berpidato.

C. Naskah

Dilakukan dengan cara membaca pidato dalam sebuah teks yang telah dipersiapkan sebelum berpidato di depan umum.

D. Ekstemporan

Menyiapkan poin-poin dari pokok yang kemudian dikembangkan oleh orator, metode ini dilakukan dengan mengandalkan kemampuan orator.

Baca Juga: Pengertian Teks Anekdot, Ciri, Struktur dan Kaidah Kebahasaan

Contoh Teks Pidato

(Salam Pembuka)
Assalamu’alaikum warahmatulahi wabarakatuh

(Ucapan Penghormatan)
Yang Terhormat pimpinan yayasan dan jajarannya, juga para hadirin yang datang.

(Ucapan Syukur)
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada panitia acara yang sudah memberi kepercayaan kepada saya untuk menyampaikan pidato singkat dalam rangka menyambut hari tanpa rokok sedunia yang jatuh pada hari ini.

(Isi)
Rekan-rekan sekalian yang saya hormati, Bukan rahasia umum lagi bahwa dikalangan perokok sebetulnya telah mengetahui maupun merasakan dampak dari rokok tersebut, namun mereka seolah menutup mata dengan berbagai alasan.

Padahal secara ilmiah, asap rokok terbukti menyebabkan kurang lebih 25 penyakit, dan ketika berbagai negara memperketat aturan soal rokok untuk melindungi kesehatan warganya, namun di negara kita justru menjadi surga bagi industri rokok.

Rekan-rekan sekalian yang saya hormati, meskipun telah banyak peraturan dan diberlakukan oleh pemerintah, misalnya “Larangan Merokok Di Tempat Umum”, namun masih banyak perokok yang tidak menaati peraturan tersebut.

Oleh karena itu, sebagai warga negara yang baik dan peduli akan kesehatan, marilah kita wujudkan hidup sehat tanpa asap rokok diawali dari diri kita sendiri.

Sebab, menurut penelitian yang dilakukan EPA berkesimpulan bahwa dari 30 wanita, 24 diantaranya berisiko tinggi terserang kanker paru-paru apabila suaminya seorang perokok.

Maka, bila kita sayang dengan orang-orang sekitar kita, harus tumbuh kesadaran sendiri, akan bahaya asap rokok.

(Penutup)
Teman-teman yang saya hormati, marilah kita buat peraturan yang kita buat sendiri untuk diri kita sendiri dan untuk orang sekitar kita agar terbebas dari dampak yang diakibatkan oleh diri kita sendiri.

Karena waktu yang terbatas, saya ucapkan terima kasih telah memberikan waktu kepada saya untuk menyampaikan pidato singkat ini.

Mudah-mudahan di hari bebas rokok sedunia ini, kita bisa lebih menyayangi diri kita sendiri dimulai dari menyehatkan diri sendiri.

Semoga pidato tadi dapat bermanfaat. Mohon maaf jika terdapat kata-kata yang kurang berkenan.
Wassalamu alaikum wr. wb.