Perkuat Sinergi Untuk Tingkatkan Daya Saing Pariwisata

Perkuat Sinergi Untuk Tingkatkan Daya Saing Pariwisata

Jakarta, Posbaru – R Kurleni Ukar (Kurleni) Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baperakraf menyebutkan bahwa peningkatan indeks daya saing pariwisata adalah salah satu target dalam RPJMN. Oleh sebab itu pihaknya membentuk tim yang berkoordinasi intens dengan kementrian/lembaga terkait agar memastikan indeks daya saing pariwisata Indonesia dapat meningkat.

“Setidaknya ada 18 kementerian/lembaga yang menjadi mitra strategis bagi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, terkait dengan pilar-pilar peningkatan daya saing pariwisata Indonesia. Sehingga, penting untuk melakukan sinergi dengan kementerian/lembaga tersebut guna maningkatkan posisi daya saing pariwisata Indonesia di pasar global,” ujarnya.

Menurut data Travel & Tourism Competitiveness Index (TTCI) yang dikeluarkan World Economic Forum (WEF) pada 2019 lalu, dari 14 pilar yang menjadi penilaian. Indonesia memiliki keunggulan kompetitif pada 5 pilar yaitu Price Competitiveness, Prioritization of Travel & Tourism, International Openness, Natural Resources, serta Cultural Resources & Business Travel.

Pariwisata Indonesia dihadapkan dengan 5 tantangan besar terkait daya saing Environmental Sustainability, Health & Hygiene, Tourist Service Infrastructure, Safety & Security, dan ICT Readiness.

Dalam hal ini Kurleni menegaskan bahwa Kemenparekraf tidak bisa bergerak sendiri, untuk itu perlu koordinasi yang baik dengan seluruh pihak.

“Dalam pilar infrastruktur misalnya, tentu terkait dengan peran Kementerian Perhubungan juga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,” katanya.

Ia juga mengatakan, peningkatan daya saing pariwisata melalui indikator tadi diharapkan bisa member banyak manfaat positif, seperti meningkatkan citra pariwisata Indonesia dan memberikan nilai tawar dalam aspek permintaan pariwisata serta investasi.

 “Pariwisata ditetapkan sebagai leading sector adalah bukti keseriusan pemerintah untuk terus membenahi segala aspek pembangunan pariwisata di Indonesia yang berkelanjutan baik dengan memperhatikan aspek ekonomi, aspek sosial-budaya, serta aspek lingkungan hidup”. ucapnya

Anda Mungkin Suka