Pesantren Di Jawa Barat Akan Dibuka Kembali

Kota Bandung, Posbaru – Pesantren yang berada di wilayah zona biru dan hijau akan mulai diizinkan beroperasi dengan tetap menerapkan pedoman kesehatan. Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Barat terkait hal itu, telah diubah menyesuaikan dengan aspirasi yang berkembang. Ridwan Kamil (Kang Emil) mengatakan, keputusan ini berdasarkan musyawarah dengan pihak terkait.

Ia juga menegaskan, Pemda Provinsi Jawa Barat (Jabar) selalu menentukan kebijakan melalui musyawarah dengan stakeholders terkait.

Kemudian Kang Emil juga menjelaskan, pesantren diizinkan untuk beroperasi terlebih dahulu dari sekolah umum, karena kurikulum yang digunakan pesantren tidak sama dengan sekolah umum. Dan mayoritas pesantren dimiliki atas nama pribadi, sehingga kurikulum tiap pesantren berbeda. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kejomplangan kualitas pendidikan antar pesantren.

Kemudian untuk sekolah umum, menurut keputusan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, sekolah umum boleh beroperasi di Zona Hijau, namun Kang Emil mengatakan hingga hari ini belum ada wilayah di Jabar berstatus zona hijau sehingga Gugus Tugas Jabar memutuskan belum mengizinkan sekolah umum dibuka kembali.

 “Kalau pesantren itu rata-rata dimiliki oleh pribadi, kurikulumnya juga tidak sama. Jadi pesantren boleh (dibuka) karena kurikulumnya berbeda, start dan finish-nya beda, maka boleh dibuka duluan dengan catatan kesehatan di zona hijau dan biru dan protokol kesehatan,” ujar Kang Emil.

“Kalau sekolah umum belum dulu. SD, SMP, SMA itu gerakannya harus satu irama, karena dimiliki oleh negara dan kurikulumnya diatur oleh negara. Pak Kemendikbud sudah mengumumkan bahwa sekolah boleh dibuka di zona hijau. Per hari ini 27 kota/kabupaten di Jawa Barat belum ada (zona hijau),” katanya.