Pinjaman PEN Jabar Sebesar Rp1,812 Triliun

Kota Bandung, Posbaru – Melalui Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Daerah dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI Kepada Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat (Jabar), empat lembaga negara dilibatkan dalam pengawasan penggunaan dana tersebut.

Keempat lembaga tersebut yakni Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), Kejaksaan, Kepolisian, dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Jabar, Ridwan Kamil pada Selasa (1/12/20), Menurutnya keempat pihak tersebut selalu mengawasi sistem pembelanjaan Pemda Provinsi Jabar.

Hal itu disampaikan Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menjadi narasumber dalam web seminar “Pencegahan Korupsi dan Pengawasan dalam Pelaksanaan Pinjaman PEN PT SMI kepada Pemerintah Daerah” di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (1/12/2020). 

“Jadi, empat sekawan inilah yang juga akan kita gunakan di awal, di tengah, dan di akhir proses (penggunaan dana),” ujar Ridwan Kamil.

Pinjaman Daerah Tahun 2020 Pemda Provinsi Jabar sebesar Rp1,812 triliun, yang mana perjanjian Pinjaman Daerah Tahun 2020 tersebut ditandatangani melalui videoconference pada kamis 24 September 2020 dan secara langsung pada hari Jumat 13 November 2020.

 “Kami juga punya komitmen moral, (jumlah) pinjaman daerah yang besar maka harus sukses (penggunaannya). Dan saya ingin sukses secara kualitas, sukses juga secara administratif. Maka empat lembaga yang bisa mendampingi kami ini diaktifkan di awal, di tengah, dan di akhir proses, seperti penanganan COVID-19 di Jabar yang sangat baik, transparan, dan akuntabel,” ucap Ridwan Kamil.

Dirinya juga menegaskan bahwa dana pinjaman PEN hanya digunakan untuk pembangunan infrastruktur fisik yaitu tujuh jenis kegiatan infrastruktur yang mempunyai daya dorong ekonomi.

Adapun rinciannya sebagai berikut : 

  1. Infrastruktur jalan senilai Rp463,558 miliar
  2. Infrastruktur Pengairan Rp27,96 miliar
  3. Infrastruktur Perumahan Rp200,55 miliar
  4. Infrastruktur Perkotaan Ruang Terbuka Publik Rp63,682 miliar
  5. Infrastruktur Perkotaan Bangunan Publik Rp25,598 miliar
  6. Infrastruktur Sosial Pariwisata Rp15 miliar
  7. Infrastruktur Sosial Kesehatan Rp1,016 triliun

“Jadi, (Pemda Provinsi) Jabar sudah menghitung betul (manfaat) penggunaan dana PEN ini. (Pembangunan) infrastruktur selesai, pergerakan ekonomi juga jadi lebih cepat, yang tadinya dua jam jadi satu jam, yang tadinya repot jadi lancar,” ucap Ridwan Kamil.

Terkait dengan hal tersebut, Ridwan Kamil memberikan apresiasi kepada PT SMI terkait sistem pengelolaan dan pinjaman dengan bunga rendah yang menjadi bantuan dengan fisibilitas tinggi.

Ia juga menyebut, pada awalnya Jabar tidak akan melakukan pinjaman daerah, namun PT SMI memberikan bunga yang hampir nol sehingga dari sisi fisibilitas hal tersebut merupakan pertolongan paling manusiawi selama pandemi COVID-19.