Prediksi Penerimaan Negara Hanya Capai Rp1.760,9 triliun atau turun sekitar 10%

Jakarta, Posbaru.com- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memaparkan perkembangan kondisi perekonomian nasional di tengah wabah COVID-19 kepada anggota Komisi XI DPR pada Rapat Kerja yang dilaksanakan secara virtual. 

Pada rapat tersebut, Sri menjelaskan pemerintah akan terus mengkaji situasi ini secara mendalam untuk dapat memitigasi risiko dampak wabah ini terhadap kesehatan masyarakat dan ekonomi.

“Belanja kebutuhan untuk segera menyiapkan sektor kesehatan, memberi perlindungan sosial, serta langkah-langkah pembatasan mobilitas membutuhkan jaminan sosial yang ditingkatkan secara extra. Kemampuan melindungi dunia usaha baik dalam bentuk insentif pajak maupun tambahan pemberian relaksasi,” ungkap Sri kepada para anggota Komisi XI, Senin malam, (06/04/2020).

Walaupun diprediksi penerimaan negara hanya mampu mencapai Rp1.760,9 triliun atau turun sekitar 10% serta belanja mencapai Rp2.613,8 triliun, ia mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih akan dijaga pada kisaran 2,3%. Hal ini diungkapkan walaupun ada sektor-sektor industri yang turun tetapi ada juga sektor industri yang dapat menyediakan layanan bagi masyarakat saat terjadinya pembatasan sosial, tegasnya.

Adapun sektor-sektor yang dimaksud adalah sektor tekstil dan produk tekstil sebagai diversifikasi produk masker dan APD, sektor kimia, farmasi, dan alat kesehatan, sektor makanan dan minuman yang berpeluang ekspansi layanan pesan antar, sektor elektronik yang menjadi sumber hiburan tanpa perlu keluar rumah, sektor jasa telekomunikasi yang akan digunakan layanannya saat Work From Home (WFH) dan School From Home (SFH) dan ada juga sektor jasa logistik yang memberikan layanan antar barang.

“Asumsi ini masih terus dikembangkan. Setiap minggu dan setiap bulan akan kami update outlook APBN. Instruksi Presiden sangatlah jelas agar kami terus menyiapkan segala amunisi seperti tambahan belanja untuk dana kesehatan, jaring pengaman sosial, serta dukungan terhadap dunia usaha,” ungkap Sri.