PSBB Berlaku, Selama 3 Hari Terjadi 6.901 Pelanggaran

Jakarta, Posbaru.com – Jumlah pengemudi kendaraan bermotor yang melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta selama tiga hari, tercatat 6.901 pelanggar. Penindakan terhadap para pelanggar ini baru dimulai sejak Senin (13/4/2020).

“Total jumlah pelangggaran kendaraan selama tiga hari masa penindakan aturan PSBB sejak 13 hingga 15 April total ialah 6.901 pelangggaran,” ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, Jumat (17/4/2020) melalui situs resmi Polri.

Meski begitu ia menilai, jumlah pelanggaran pada hari ketiga mengalami penurunan dibandingkan pada hari kedua penindakan. Pada hari kedua penindakan jumlah pelanggaran mencapai 2.090 pelanggaran. Sedangkan pada hari ketiga tercatat ada sebanyak 1.337 pelanggaran atau menurun sekitar 36 persen.

Dari total 1.337 pelanggaran pada hari ketiga, terdiri dari berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara. Dengan rincian, 888 pengendara tidak menggunakan masker, 326 pengendara mobil melebihi 50 persen kapasitas muatan, dan 123 pengendara sepeda motor membonceng penumpang tidak satu alamat KTP, ungkapnya.

“Penindakan non yustisial dengan surat teguran hari Rabu tanggal 15 April dibandingkan hari Selasa tanggal 14 April 2020, jumlah pelanggaran turun sebesar 36 persen atau 753 pelanggaran,” jelas Sambodo.

Seperti dalam berita sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan, pengendara yang melanggar aturan PSBB pertama kali akan diminta surat pernyataan tidak akan mengulangi lagi.

Kemudian, data-data pribadi pelanggar yang tertera di Surat Izin Mengemudi (SIM) akan diinput oleh petugas ke data base. Namun jika para pelanggar mengulangi pelanggaran tersebut untuk kedua kalinya maka akan dikenakan sanksi.

Para pelanggar ini dapat dijerat dengan Pasal 93 Jo Pasal 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan. Dengan ancaman pidana penjara selama satu tahun dan denda sebesar Rp 100 juta.