Psikosomatik Gangguan Ketika Pikiran Pengaruhi Tubuh

Kab.Bandung, Posbaru – Hati-hatilah dalam menerima informasi karena bisa saja terkena Psikosomatik.

Dilansir dari aladokter.com Psikosomatik adalah suatu kondisi atau gangguan ketika pikiran memengaruhi tubuh, sehingga memicu munculnya keluhan fisik. 

Umumnya Psikosomatik berawal dari masalah Psikologis seperti stress, depresi, takut atau cemas.

Lalu apa hubungannya dengan berhati-hati dalam menerima informasi ?

Dilansir dari cantik.tempo.com Achmad Yurianto Juru Bicara Pemerintah untuk penanggulangan virus COVID-19 mengatakan penambahan jumlah kasus tak urung menambah keresahan masyarakat, sedangkan masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak panik karena bisa berdampak pada imunitas tubuh.

Seperti yang dilansir oleh cantik.tempo.com Bahkan menurut Psikater dan Dokter Spesialis Kejiwaan Andri saat dihubungi Tempo.co, Senin 23 Maret 2020. Menurut Andri di masa sekarang ini ketika kita mendapatkan informasi berita atau gejala virus corona, efek yang ditimbulkan kita merasa tenggorokan agak gatal, nyeri dan merasa agak sedikit meriang meski suhu tubuh normal.

“Kondisi yang kita alami tersebut adalah hal yang wajar dan menjadi reaksi psikosomatik pada tubuh,” ungkapnya

Respon kecemasan yang dialami oleh manusia tidak muncul begitu saja. Mulai dari stres, misalnya karena pekerjaan, keadaan rumah tangga dan apapun kondisi yang kita alami termasuk saat mengalami kondisi pandemi saat ini. “Tapi kalau mekanisme adaptasi kita bagus maka stres bisa meningkatkan kemampuan kita mengatasinya. Stres menjadi berlebihan jika terlalu banyak, terlalu sering dan kondisi kita baik fisik dan mental tidak baik,” katanya.

Menurutnya efeknya di sistem amygdala kita akan merespon dengan mengeluarkan gejala kecemasan. Nah sayangnya kalau gejala kecemasan sudah muncul, otak bagian depan sudah tidak lagi bisa berpikir rasional, maka muncullah gejala-gejala kecemasan. “Dengan mekanisme tersebut, ketika seseorang mengalami ada tekanan, sudah mulai kecapekan meski masih bisa ditahan. Lalu kemudian mulai timbul gejala dan tanda anxiety, putus asa dan depresi,” ucapnya.

Andri menjelaskan seperti ini gambarannya, ketika otak kita menghadapi kecemasan dan rasa tidak nyaman, kita merespon dulu dengan pemikiran irasional belum jalan, namun pemikiran rasional kita mengatakan hal tersebut adalah sementara, tidak akan terjadi dan bisa dihadapi. Tapi jika tidak kuas lama kelamaan bisa memicu stres.

Maka di tengah Pandemi ini sebaiknya kita tidak terlalu berlebihan dalam menerima informasi buruk karena bisa saja berakibat pada psikologis kita.