Reformasi Birokrasi Wujudkan Pemerintahan Modern dan Andal

Jakarta, Posbaru – Pada bulan Juli tahun lalu Presiden Republik Indonesia mengungkapkan pentingnya melakukan reformasi birokrasi demi mewujudkan pemerintahan yang cepat dan lincah dalam melayani masyarakat.

Serupa dengan Presiden, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Tjahjo Kumolo, menegaskan bahwa reformasi kelembagaan dan birokrasi harus dilakukan untuk mewujudkan birokrasi yang modern dan andal.

Menurutnya reformasi kelembagaan dan birokrasi dapat mendukung kondisi pemerintahan dalam menghadapi tantangan yang semakin dinamis, Ia juga mengatakan dalam pengimplementasinya ada tiga elemen strategis yang harus dipenuhi, Jakarta, Senin (12/10).

Ketiga elemen tersebut yakni Pertama struktur organisasi adaptif yang berbasis isu, dan bersifat lintas sektor serta responsif terhadap isu internasional, Kedua, tata kelola yang sifatnya inklusif serta berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

Lalu yang Ketiga, mencakup budaya dan manajemen SDM kreatif, sistemik, berdasarkan bukti, berwawasan global, dan proaktif dalam memberikan pelayanan.

Ia juga mengatakan bahwa ketiga elemen tersebut diaplikasikan dalam revitalisasi atau penataan kelembagaan pada instansi pemerintah demi mewujudkan kelembagaan yang cerdas.

Selain itu, Tjahjo juga menjelaskan, salah satu fokus percepatan reformasi birokrasi yang berhubungan dengan reformasi kelembagaan yaitu penyederhanaan birokrasi yang menurutnya sudah dimulai sejak akhir tahun lalu.

Dimana penyederhanaan tersebut dilakukan untuk menciptakan birokrasi yang dinamis agar mempercepat sistem kerja dengan proses yang sederhana.

 “Dengan dilakukannya penyederhanaan birokrasi dan revitalisasi kelembagaan, maka konsep organisasi pemerintah berubah menjadi organisasi yang fleksibel, cepat, dan dinamis serta mengutamakan pada kerja tim yang fokus pada hasil,” ujarnya.

Upaya transformasi tersebut juga dilakukan untuk mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih agar pemerintah dapat menjawab tuntutan yang dharuskan selalu berkinerja dan dapat meningkatkan pelayanan publik dengan responsif dan adaptif terhadap perubahan yang ada.

Anda Mungkin Suka