Relawan TurunTangan Ikuti “Pelatihan Penggerak” Secara Virtual

Jakarta, Posbaru – Gerakan TurunTangan mengadakan acara “Pelatihan Penggerak” secara virtual yang diikuti para relawan TurunTangan dari seluruh Indonesia. Perlu diketahui TurunTangan adalah gerakan inkubasi kepemimpinan pemuda yang telah berdiri sejak tahun 2013 dengan total 53.000 relawan dari 63 Kota/Kabupaten di Indonesia.

Meskipun tidak bisa berkumpul seperti pada tahun-tahun sebelumnya dalam Gathering Nasional yakni acara tahunan gerakan TurunTangan yang mengumpulkan relawan TurunTangan dari seluruh Indonesia, akibat dari pandemi COVID-19 maka acara tahun ini digantkan dengan acara “Pelatihan Penggerak” yang dilakukan secara virtual dari 28 Oktober – 2 November 2020.

Dalam acara tersebut para relawan selama lima hari mendapatan materi mulai dari kebencanaan hingga pandemi. Muhammadiyah Disaster Management Center, Abdul Malik menjadi pembicara dalam acara tersebut, Ia menjelaskan tentang penanggulangan bencana.

Selain itu ada Andi Angger, Kepala Departemen Kerelawanan PMI DKI Jakarta sebagai pembicara dengan materi pemecahan masalah, Grady Nagara, Researcher Next Policy dengan materi teknik kepenulisan, Dinda Veska, Donor Content Development UNICEF dengan materi fundraising.

Serta ada materi pembekalan untuk mengembangkan kegiatan bidang kerelawanan dari Fasilitator TurunTangan dan Direktur Eksekutif TurunTangan, Raka Eka Pramudito.

Community Engagment TurunTangan, M. Gilang Toni mengatakan, “bangsa ini besar dengan pemikiran. Sejak Sumpah Pemuda sampai sekarang, bangsa Indonesia adalah bangsa yang bergerak atas persamaan tujuan yang dihasilkan dari berbagai dialog dan diskusi”.

“TurunTangan merepresentasikan bangsa Indonesia itu sendiri. Relawan TurunTangan dapat bertahan dan bahkan memegang penuh nilai-nilainya selepas dari sini, adalah karena mereka dibiasakan dengan diskusi,” ujarnya.

Ia menambahkan, dialetika tentang kerelawanan dan perdebatan tentang cara efektif dalam sebuah proyek sosial relawan TurunTangan merupakan bentuk pergolakan pemikiran, dirinya juga yakin bahwa jika para relawan terus berada dalam jalan tersebut maka pemimpin yang matang dan berintegritas akan lahir dari gerakan TurunTangan.

Salah satu relawan TurunTangan asal Palu, Inggrit Setiawati menyebutkan, Motivasi dan dukungan seperti ini yang dinantikan, meski terlihat sederhana namun penuh makna dan bernilai.

Pihak TurunTangan berpesan kepada para relawan TurunTangan yang ada di Indonesia, untuk terus belajar dan tidak menyerah serta berharap pembelajaran selama lima hari tersebut dapat menjadi amal dan pembelajaran.