Sekolah di Kab.Bandung Bisa Usulkan Pembelajaran Tatap Muka

Kab.Bandung, Posbaru – Untuk mengatur pembelajaran tatap muka selama pandemi COVID-19 ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung menerbitkan Surat Edaran(SE) Nomor 423.5/2159 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka di Satuan Pendidikan Pada Masa Pandemi COVID-19.

Hal tersebut disampaikan Kepala Disdik (Kadisdik) Kabupaten Bandung, H Juhana. Menurutnya SE tersebut mengacu pada siaran pers Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nomor 210/Sipres/A6/VIII/2020 tentang Pengumuman Penyesuaian Keputusan Bersama Empat Menteri Tentang Panduan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19.

Juhana mengatakan setiap sekolah dapat mengusulkan kegiatan pembelajaran secara tatap muka pada Disdik dengan beberapa persyaratan.

Persyaratan tersebut yakni membuat surat permohonan pada Disdik Kabupaten Bandung serta melampirkan ijin ataupun rekomendasi dari aparat setempat atau camat selaku ketua gugus tugas kecamatan, melampirkan kurikulum yang disesuaikan dengan keputusan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kemendikbud Nomor 018/H/KR/2020.

Adapun persayaratan lainnya yakni harus melampirkan SK Kepala Sekolah tentang Susunan Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan COVID-19 di Sekolah dan dilakukannya kerjasama dengan fasilitas kesehatan diantaranya klinik, puskesmas, atau rumah sakit dengan bukti surat perjanjian.

Pendidik dan tenaga kependidikan juga harus melakukan rapid test atau swab test sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran secara tatap muka.

Menurut Juhana, pihaknya akan melakukan pengawasan langsung saat kegiatan pembelajaran secara tatap muka berjalan.

Ia juga mengatakan,terbitnya SE tersebut tidak berarti pihaknya mewajibkan sekolah melaksanakan kegiatan pembelajaran secara tatap muka, namun SE tersebut dipersiapkan ketika grafik terpapar COVID-19 mengalami penurunan.

 “PTM yang regulasinya dimuat dalam SE ini sifatnya suka rela, dan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, sekolah, orang tua siswa dan masyarakat. Kami akan lebih optimis lagi, PTM akan berhasil ketika vaksin covid-19 sudah ditemukan dan terbukti kefektifannya. SE ini kami buat, untuk mengantisipasi adanya kendala di kemudian hari, atau menghindari kemungkinan adanya pihak-pihak yang dipersalahkan,” ujarnya.

Anda Mungkin Suka