Selama Pandemi Pencemaran Sungai Citarum Menurun

Kota Bandung, Posbaru – Selama pandemi COVID-19 Pencemaran sampah di DAS Citarum menurun, hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (Kang Emil) yang juga merupakan Dansatgas Citarum Harum.

“COVID-19 ini ternyata memberikan dampak baik pada pencemaran juga karena jumlah sampah menurun,” ujarnya saat menjadi narasumber webinar IATPI Jabar di Gedung Pakuan Bandung, Sabtu (28/11/20).

Meskipun begitu sampah rumah tangga masih ditemui dengan volume yang lebih kecil dibanding sebelum pandemi.

Selain itu, Kang Emil menjelaskan bahwa pada tahun 2019 penanganan timbunan sampah mencapai 46% dengan target hingga akhir tahun 2020 mencapai 70%, untuk itu dirinya berharap agar penanganan dan pengelolaan sampah dapat dikelola sepenuhnya oleh sistem.

Kemudian masalah lainnya dari DAS Citarum yakni limbah pabrik, yang mana sejak diterbitkannya Perpres Nomor 15 tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum, telah ada 165 kasus pencemaran yang sudah diproses secara hukum.

Kang Emil menyebut, mayoritas pihak yang digugat adalah korporasi yang menikmati kekosongan penegakan hukum sebab mencari biaya murah dalam pengelolahan limbah dengan cara dibuang ke Citarum.

“Penegakan hukum belum pernah terjadi sebelum dibentuk Satgas Citarum Harum. 165 kasus itu rata-rata korporasi atau industri yang seenaknya membuang limbah ke Citarum,” katanya.

Pemda Provinsi Jabar juga tengah berfokus untuk memulihkan kawasan hulu seperti gunung dan perbukitan yang kondisinya kritis, salah satunya yakni melakukan gerakan menanam 50 juta pohon yang telah dimulai sejak tahun lalu.

Kang Emil juga berharap pada akhir Perpres 15 yakni pada tahun 2025 semua persoalan DAS Citarum dapat terkelola.

Terkait anggaran, Menurutnya, penanganan Citarum dilakukan dengan cara kolaboratif diantaranya dukungan dari Bank Dunia, APBN, APBD Provinsi dan Kabupaten/Kota dengan total senilai Rp11,358 triliun hingga akhir tahun 2025.

“Kita lakukan berbagai inisiatif bahwa penanganan Citarum bisa dilakukan secara kolaboratif. Jadi kalau berharap Citarum ini bisa beres sendiri tanpa tindakan yang besar saya kira tidak realistis melainkan butuh dana yang tidak murah,” ujarnya.